Empat Pencuri Ditangkap Polsek Sukawati

Empat pelaku pencurian di wilayah Kecamatan Sukawati dibeberkan ke media di Mapolsek Sukawati.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Satuan Reskrim Polsek Sukawati menangkap empat pelaku pencurian dengan tiga kasus berbeda.Masing-masing dua pelaku pembobolan Toko Modern ( Circle K) di Banjar Gumicik, Desa Ketewel, Usman (48) asal Lumajang, Jatim, dan Suandi (44) asal Lombok Tengah.

Ada pula Abdul Antoni (27) asal Probolinggo, pelaku pembobol Toko modern (Indomaret) yang juga berlokasi di Banjar Gumicik, Ketewel. Sementara I Komang Bud alias Caplus (36) asal Banjar Telabah, Sukawati ini adalah residivis yang belum kapok juga padahal latar ekonominya terbilang berada.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU AA. Alit Sudarma mendampingi Waka Polsek Sukawati AKP I Gusti Nyoman Sueca mengungkapkan, pasangan embobol Toko Modern Circle K, yakni Usman dan Suandi beroperasi, 7 Juni lalu.

“Saat beraksi, mereka memanfaatkan pembatasan jam buka toko modern, yakni dengan melakukan pencongkelan saat toko tutup. Hingga masuk ke dalam toko pelaku ini juga membobol brangkas dan menggasak uang tunai dan seluruh barang berharga yang ada,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

“Pertama, kami berhasil amankan pelaku Usman di Jember, Jawa timur. Sementara rekannya Suandi kami tangkap di Bali. Sejumlah barang bukti juga kami amankan,” ungkap Alit Sudarma yang fasih dipanggil Agung Tigor ini.

Sementara Pembobol toko modern lainnya, yakni Abdul Antoni, tidak perlu melakukan pencongkelan dalam beraksi. Modusnya lebih cantik, yakni dengan berpura-pura sebagai pelanggan.

Hingga di dalam toko, pelaku pinjam kamar kecil. Nah, saat di belakang inilah pelaku dengan gerak cepatnya menggondol sejumlah barang berharga. “Modusya selalu sama. Bahkan pelaku sudah beraksi sebanyak tiga kali di tempat yang sama,” terangnya.

BACA JUGA:  Divonis 2 Tahun Penjara, Bos Hotel Kuta Paradiso Nyatakan Banding

Sedangkan mengenai pelaku I Komang Bud alias Caplus (36) asal Banjar Telabah, Sukawati ini, Agung Tigor sedikit membuat geleng-geleng kepala. Sebab, Caplus yang sempat terlibat dan dijebloskan ke penjara dengan kasus mencuri juga. Padahal, dari latar belakang ekonomi keluarganya Caplus terbilang berada.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap seluruh pelaku, mereka semua berdalih melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi. Selama masa pandemi Covid-19, mereka menyebutkan jika kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena tidak memiliki atau mendapat pekerjaan. Pasangan Pembobol Circle K dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara Antoni dan Caplus dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. (yes)