Sejak Berdiri, Ini Kasus Korupsi Pertama yang Disidik Kejari Badung

Kajari Badung Hari Wibowo.

Beritabalionline.com – Setelah berdiri, April 2018 Kejari Badung minim prestasi pengungkapan korupsi. Nah, dibawah pimpinan Hari Wibowo akhirnya berhasil mengungkap satu perkara korupsi.

Meski baru sebatas penyidikan, paling tidak ini menjadi pintu masuk Kejari Badung untuk menguak sejumlah kasus korupsi yang terjadi di wilayahnya.

Kejari Badung saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung.

“Kasus ini kami sidik awalnya dari adanya laporan masyarakat,” kata Kajari Badung Hari Wibowo didampingi Kasi Intel I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, Senin (22/6/2020) di Kejari Badung.

Menurut Kajari, kasus dugaan korupsi di LPD Desa Adat Kekeran Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung bermula dari laporan pertanggungjawaban LPD Periode 01 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017.

Dari laporan pertanggungjawaban itu, ditemukan adanya ketekoran kas yang bersumber dari Tabungan, Deposito dan Kredit. “Hasil penghitungan awal yang dilakukan oleh auditor dari kantor akuntan publik ditemukan adanya kerugian sejumlah lebih kurang Rp. 5.270.486.402,” sebut Hari Wibowo.

Atas temuan itu, tim penyidik langsung melakukan penyelidikan dan telah memeriksa saksi-saksi sebanyak kurang lebih 40 orang, di antaranya dari Nasabah LPD, Prajuru Desa Adat maupun Pengurus LPD.

“Pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih kita lakukan. Khusus untuk peneriksaan saksi, kami tetap menerapkan pola Physical Distancing,” terang Kajari Hari Wibowo.

Dikatakan pula, saat ini pihaknya juga masih menunggu laporan hasil kerugian keuangan negara secara real dari Ahli. “Setelah itu, baru kemudian akan menetapkan siapa saja yang akan menjadi tersangka dalam dugaan perkara dimaksud,” pungkas Hari Wibowo. (sar)

BACA JUGA:  Puluhan Perhiasan Emas Hasil Kejahatan Digunakan Gunawan Memodifikasi Motor