Mahasiswa Asal Papua Gelar Aksi Demo di Denpasar Dibubarkan Polisi dan Pecalang

Aksi demo mahasiswa asal Papua diawasi pecalang. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Aksi demo dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Demo digelar untuk menuntut pembebasan 7 orang mahasiswa asal Papua yang saat ini ditahan di Kalimantan. Namun aksi mereka kemudian dibubarkan oleh aparat keamanan (polisi dan pecalang), karena dianggap mengganggu aktivitas warga.

“Bebaskan tahanan politik di Kalimantan dan seluruh Indonesia,” terak salah satu peserta demo, Rabu (17/6/2020) di Bundaran Renon, Denpasar.

Meski hanya diikuti 11 orang, penjagaan berlangsung ketat. Tidak hanya kepolisian, pecalang Desa Adat Tanjung Bungkak juga turut mengawasi jalanannya aksi.

Lantaran aksi dianggap mengganggu aktivitas warga serta berlangsung saat merebak virus Corona, demo akhirnya dibubarkan oleh pecalang.

“Kami saat ini sedang ada Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), jadi tolong bubar,” kata salah satu pecalang.

Meski sempat mencoba beragumentasi, pendemo yang membawa beragam poster ini akhirnya bubar.

Ditemui usai aksi demo, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nyoman Karang Adiputra mengatakan, sebelumnya perwakilan mahasiswa datang ke Polsek untuk meminta izin. Namun, izin belum dikeluarkan, para mahasiswa asal Papua sudah langsung menggelar aksi.

“Kami akhirnya hanya bisa melakukan pengamanan, untuk menjaga agar tidak  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tadi mereka diminta bubar oleh pecalang karena dianggap mengganggu aktivitas warga masyarakat,” jelas Kapolsek. (agw)

BACA JUGA:  Hadapi Covid-19, Pemkot Denpasar Siapkan Langkah Mitigasi