Bahas Kesiapan Pilkada Serentak 2020, Kapolda Minta Keamanan Server KPU Bali Diperkuat

Kapolda Bali saat bertemu dengan jajaran KPU Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose meminta Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan serta seluruh pejabat KPU Bali agar memperkuat keamanan server KPU guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena semua tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dilaksanakan secara virtual terutama saat kampanye, maka sangat rawan terjadinya berita-berita hoaks, apabila hoaks diviralkan terus menerus, maka berita ini yang nanti bisa menyesatkan masyarakat,” ucap Kapolda saat berkunjung ke Kantor KPU Provinsi Bali guna berkoordinasi kesiapan pengamanan Pilkada serentak tahun 2020, Rabu (17/6/2020).

Irjen Golose mengatakan, guna mencegah penyebaran hoaks, Polda Bali yang sudah memiliki tim Cyber Crime bernama “Team Kontra Narasi”, akan bertugas meluruskan berita-berita hoaks tersebut.

“Bila perlu pembuat atau penyebar berita-berita hoaks tersebut kita proses secara hukum,” ucap Kapolda yang saat berkujung didampingi Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Kabid Humas Polda Bali dan Kapolresta Denpasar.

Kendati demikian ditegaskan, kepolisian tidak akan turut campur, dan hanya fokus terhadap pengamanan selama pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

“Kami mengapresiasi KPU Bali dalam kesiapannya melaksanakan Pilkada serentak 2020, dan Polda Bali sudah siap mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2020,” tegasnya.

Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan dalam kesempatan tersebut menyatakan sudah sangat siap melaksanakan Pilkada serentak di tengah wabah pandemi Covid-19 ini.

“Semua proses Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini tentunya sangat berbeda dengan sebelumnya. Mulai dari pendaftaran calon peserta Pilkada yang dulu biasanya diantar para simpatisan yang jumlahnya ratusan orang, tentunya akan dibatasi mungkin hanya bisa 5 orang saja,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kapolres Tabanan Perintahkan Personel Jadi Contoh Masyarakat

Begitu juga saat kampanye kata Lindartawan, yang dulu melibatkan ribuan simpatisan di lapangan, mungkin nanti akan dibatasi jumlah pesertanya dan caranya juga dirubah melalui virtual.

“Termasuk juga pemasangan baliho-baliho yang sangat rawan terjadi gesekan antar simpatisan, sekaligus kita ikuti imbauan Gubernur Bali untuk mengurangi sampah plastik dan akan diganti dengan pembuatan vidio film pendek calon kepala daerah dan termasuk juga saat debat calon nanti kita akan batasi jumlah orang yang boleh hadir selain kandidat,” paparnya.

Ditambahkan, yang paling penting adalah tahapan pemungutan suara di TPS pada tanggal 9 desember 2020. Di mana sesuai protokol kesehatan, mulai dari panitia dan warga yang hadir ke TPS wajib menggunakan masker.

“Agar tidak terjadi penumpukan masyarakat, mungkin kita akan atur waktu kedatangan warga ke TPS. Dengan cara-cara tersebut, kami dari KPU Bali sudah berkoordinasi dengan ketua-ketua partai di Bali dan mereka rata-rata setuju dengan perubahan tatacara Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 diikuti enam kabupaten dan kota di Bali yaitu, Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem. (agw)