Para Istri Anggota DPRD Gianyar Serahkan Bantuan Bagi Penyandang Disabilitas

Istri-istri anggota DPRD Gianyar yang tergabung dalam wadah Gatriwara mengadakan program peduli kasih dengan menyambangi para penyandang disabilitas.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Istri-istri anggota DPRD Gianyar yang tergabung dalam wadah Gatriwara mengadakan program peduli kasih dengan menyambangi para penyandang disabilitas di tiga yayasan di Kabupaten Gianyar. Pada kesempatan itu, Ketua Gatriwara Gianyar Ny. Tagel Winarta berkunjung bersama-sama dengan Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua TP.PKK Prov Bali Ny. Putri Koster dan Ketua TP.PKK Kab Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Senin (15/6/2020).

Ny. Tagel Winarta mengatakan bantuan ini merupakan program peduli kasih kami pada para penyandang disabilitas yang ada di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud di Banjar Kawan Tengah Desa Tampaksiring, Yayasan Mutiara Hati Santi di Banjar Batulumbang Desa Bedulu dan Yayasan Bali Dewata Way yang ada di Br. Tibe Kauh Desa Melinggih Kelod, Kec. Payangan.

“Bantuan ini merupakan urunan dari kami anggota Gatriwara Gianyar, ini merupakan rasa peduli kami pada warga berkebutuhan khusus yang ada di Kabupaten Gianyar,” jelas Ny. Tagel Winarta.
Selain bantuan sembako pada kesempatan itu juga diserahkan 500 buah masker yang merupakan Kerjasama dengan TP.PKK Kab. Gianyar.

Sementara itu, istri Gubernur Bali Ny. Putri Koster juga ikut menyemangati para penyandang disabilitas. Menurutnya mereka tidak boleh berkecil hati dengan kondisi fisiknya, justru itu harus dijadikan semangat untuk bisa berprestasi, membuktikan bahwa fisik tidak menjadi halangan dalam hidup.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Ni Made Ratni mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan support yang diberikan. Diakuinya pandemi memang memberi dampak yang cukup besar bagi kelangsungan hidup di yayasan ini.

BACA JUGA:  Revitalisasi Pasar Umum Gianyar Dimulai, Bupati Pimpin Pembongkaran

Namun demikian, dirinya bersama penghuni panti lainnya yang berjumlah 36 orang itu tidak pernah patah semangat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka berkebun dengan menanam kebutuhan sehari-hari. Disamping itu juga menurut Ni Made Ratni, mereka tetap berkegiatan dengan membuat kerajinan tangan.(yes)