Mesin ATM Dibobol, Salah Satu Pelakunya Mantan Karyawan Perusahaan

Tiga pelaku pembobol mesin ATM diringkus polisi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus tiga pelaku perampokan di mesin ATM Jalan Melasti Uluwatu, Kuta Selatan, Badung. Ketiga pelaku yakni Elga Ari Saputra (28), Heriyanto (20) dan Rangga Baraccuda (28).

“Salah satu pelaku yaitu Ari Saputra merupakan mantan karyawan perusahan rekanan Bank bagian pengisian di ATM,” terang Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Dodi Rahmawan, Jumat (12/6/2020) di Denpasar.

Penangkapan terhadap para pelaku berawal ketika Manager Operasional salah satu vendor pengisian ATM, Dwi Prasetyo (33) mengecek mesin ATM di TKP, Senin (11/5/2020).

Ia terkejut lantaran uang yang ada di dalam mesin ATM tidak sesuai dengan data pengisian. Selanjutnya ia melapor ke bagian pengawasan perusahaan. Di sana akhirnya diketahui jika uang di dalam mesin ATM hilang sebesar Rp749 juta.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Bali. Hasil penyelidikan, polisi mencurigai pelaku pencurian yakni karyawan di sana, lantaran tidak ditemukan kerusakan di ATM.

Dugaan ini dikuatkan dengan penuturan pihak perusahaan, di mana salah satu karyawan bagian ATM yakni Elga Ari Saputra mengundurkan diri.

Tiga pekan melakukan perburuan, Ari Saputra akhirnya diringkus di areal Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (4/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku menjalankan aksinya bersama temannya bernama Heriyanto dan Rangga Baraccuda.

Heriyanto dibekuk petugas di rumahnya Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (5/6/2020) sekitar pukul 23.00 Wita.

Sedangkan Rangga Baraccuda diringkus tim Resmob Dit Reskrimum Polda Bali dengan dibackup tim Polres Metro Jakarta Utara, Minggu (7/6/2020) sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Cagak, Desa Sukmajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Beraksi di 16 TKP, Pencuri Spesial Villa Diringkus Polisi

“Pelaku beraksi dengan cara menggunakan kunci asli ATM yang sudah diambil sebelumnya oleh Ari Sapurtra,” jelas Dir Krimum. (agw)