Tak Terbukti Korupsi, Hakim Bebaskan Mantan Perbekel Pemecutan Kaja

Terdakwa AA Ngurah Arwatha divonis bebas. (FOFO : Sar)

Beritabalionline.com – Majelis hakim Tipikor Denpasar, Rabu (10/6/2020) menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Perbekel Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, AA Ngurah Arwatha (47) yang terjerat kasus dugaan korupsi upah pungut.

Putusan bebas (vrijspraak) ini dibacakan oleh majelis hakim pimpinan Angeliki Handajani Day dihadapan terdakwa dan tim kuasa hukum serta di Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam sidang, sebelum masuk pada amar putusan, ketua majelis hakim mengatakan bahwa dalam kasus ini, dari tiga majelis hakim, satu diantaranya tidak sependapat dengan dua hakim lainya (disenting opinion)

Satu hakim menyatakan sependapat dengan jaksa yang menyatakan bahwa terdakwa terburuk bersama melakukan pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Jo pasal 18 UU Topikor.

“Saya sendiri menyatakan bahwa terdakwa terbukti sebagaimana dalam tuntutan jaksa. Tapi karena putusan hakim bersifat musyawarah, maka suara terbanyak lah yang menjadi putusan akhirnya, “kata hakim Angeliki.

Sementara dalam amar putusan disebutkan bahwa terdakwa AA Ngurah Arwatha tidak terbukti secara sah bersalah dan melawan hukum sebagaimana disangkakan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaan Primer dan Subsider.

“Menimbang, memutuskan terdakwa AA Ngurah Arwatha tidak terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan JPU. Menyatakan terdakwa dibebaskan dari tahanan rumah serta memilihkan harkat dan martabatnya,” putus Majelis Hakim.

Usai mendengar putusan hakim tipikor, terdakwa langsung mengucurkan air mata usai sidang disambut para kerabat dan keluarga.

“Maaf saya tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hanya rasa syukur dan ucapan terimakasi kepada semuanya, terutama ibu saya yang selalu hadir dalam persidangan. Tuhan telah menunjukkan bukti, bahwa saya memang tidak bersalah,” ucap AA Ngurah Arwatha.

BACA JUGA:  Pelototi Wilayah Rawan Kejahatan, Polisi Gelar Patroli Hingga Subuh

Selanjutnya, pihak JPU dari Kejari Denpasar yang dalam hal ini diwakilkan oleh Jaksa Gusti Ayu Rai Artini,SH dimana sebelumnya menuntut terdakwa hukuman selama 16 bulan penjara, menyatakan pikir-pikir.

Maka majelis hakim menyampaikan kepada terdakwa bahwa keputusan bebas ini belum ingkrah, karena harus menunggu keputusan pihak JPU selama pikir-pikir 7 hari. (sar)