PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik pada Juni 2020

PLN

Beritabalionline.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik dalam perhitungan tagihan rekening listrik bulan Juni 2020.

“Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan,” terang Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril melalui siaran pers, Rabu (10/6/2020).

Sementara terkait kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan oleh adanya peningkatan penggunaan listrik pada saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

“Di mana pada saat itu diberlakukan PSBB, ditambah dengan bertepatan bulan puasa di mana secara statistik terjadi kecenderungan kenaikan pemakaian oleh pelanggan,” ucapnya.

Dikatakan, perhitungan tagihan listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu pemakaian yang dikalikan dengan tarif listrik.

“Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik. Namun kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif, tarif listrik tetap sejak 2017. PLN juga tidak memiliki kewenangan untuk menaikan tarif listrik,” jelasnya.

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi, karena stimulus diberikan oleh pemerintah.

“Stimulus Covid-19 murni pemberian pemerintah bukan PLN. Dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami juga diawasi oleh Pemerintah, DPR, BPK, dan BPKP, sehingga tidak mungkin kami melakukan subsidi silang,” tegasnya.

Untuk diketahui, PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi Covid-19 menyebabkan PLN tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan bulan April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Sementara untuk di Bali, pada bulan April 100 persen dari pelanggan didatangi petugas catat meter untuk rekening bulan Mei.

Sehingga tagihan rekening bulan Mei merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

BACA JUGA:  Gubernur Bali Apresiasi Rancangan Perwali Denpasar tentang Pembatasan Kegiatan di Wilayah Desa

“Untuk tagihan bulan Juni merupakan tagihan riil karena bulan Mei petugas kami melakukan catat meter 100 persen,” paparnya.

“Penggunaan rata-rata tiga bulan, tidak lain adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penggunaan rata-rata tiga bulan ini juga menjadi standar pencatatan di seluruh dunia ketika petugas tidak dapat melakukan pencatatan meter,” pungkasnya. (agw)