Kapolresta Berharap Pelaku Kejahatan di Masa Covid-19 Dijatuhi Hukuman Berat

Pelaku kejahatan digiring petugas di Mapolresta Denpasar beberapa waktu lalu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan berharap agar pelaku kejahatan yang masih beraksi di tengah merebaknya Covid-19 diperberat hukumnya.

“Tindak kejahatan itu kan tidak bisa berhenti, oleh karenanya kami berharap ada pemberatan dalam putusan hukuman kepada pelaku yang beraksi di saat Covid,” ujarnya, Senin (8/6/2020) di Mapolresta Denpasar.

Dorongan agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal lantaran selain untuk memberikan efek jera juga aksi para pelaku telah merugikan masyarakat yang tengah dilanda kesulitan akibat wabah virus Corona.

“Saat ini yang muncul kasus pencurian, penipuan, peredaran narkotika dan lain sebagainya. Satu sisi kami memahami bahwa mereka melakukan itu karena kondisi. Namun di sisi lain, mereka egois tidak memikirkan dampak sehingga merugikan masyarakat,” jelasnya.

Untuk narkoba, selama tiga bulan yakni dari bulan Maret hingga Mei 2020, Satresnarkoba Polresta Denpasar dengan di backup Satgas CTOC Polda Bali mengungkap sebanyak 97 kasus.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 120 orang pelaku terdiri dari 105 pelaku laki-laki dan 15 orang pelaku perempuan.

Dari para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa 394,67 gram sabu, 251 butir ekstasi, 927,76 gram ganja, dan 431,98 gram tembakau gorila. (agw)

BACA JUGA:  Direktur YLBH Bali Dipolisikan, Apa Alasannya?