PHK Dampak Covid-19, BPJAMSOSTEK Gianyar Catat 3.066 Antrean Klaim JHT

PHK Dampak Covid-19, BPJAMSOSTEK Gianyar Catat 3.066 Antrean Klaim JHT Secara Online.

Beritabalionline.com – Protokol Lapak Asik atau layanan pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) secara online ini, BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bali Gianyar mencatat sejak awal Januari hingga 31 Mei 2020 telah melayani 3.066 antrean. Layanan pengajuan klaim online ini untuk dapat mengakomodir kebutuhan peserta dalam melakukan pencairan dana JHT dengan mudah dan tetap mengindahkan aturan terkait physical distancing yang diimbau pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

Demikian diungkapkan Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bali Gianyar, Imam Santoso saat penyerahan bantuan 100 paket sembako kepada Perbekel Sebatu beberapa waktu lalu. Menurutnya, prosedur yang dibutuhkan melalui mekanisme Lapak Asik memudahkan peserta dengan tetap memperhatikan keamanan data dan dana JHT peserta dari potensi fraud.

Imam menyebutkan, dari pelayanan tersebut, besaran klaim yang diserahkan sejumlah Rp32.298.873.597. Jumlah itu terdiri dari JHT sebesar Rp27.946.629.850, jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp1.550.825.767, jaminan kematian (JKM) Rp2.495.000.000 dan Jaminan Pensiun (JP) Rp306.417.980.

“Dokumen yang disiapkan untuk pencairan klaim secara online, meliputi kartu peserta BPJAMSOSTEK, KTP, Kartu Keluarga, Paklaring (surat pengalaman kerja), dan buku tabungan. Semua dokumen harus diupload (diunggah) untuk Lapak Asik,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tak dipungkiri jika akibat wabah pandemi Covid-19 ini ada beberapa perusahaan yang terpaksa harus meliburkan, merumahkan dan bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya. Sehingga berbagai bantuan baik berupa sembako, masker dan sosialisasi terkait protokol kesehatan di masyarakat sangat diperlukan untuk dapat meringankan sedikit beban dari tenaga kerja yang terkena dampak Covid-19 dan memutus penyebaran wabah global ini.

Akibat dampak dari penyebaran Covid-19, masyarakat di Desa Sebatu yang merupakan salah satu desa sadar BPJAMSOSTEK mengalami pemutusan hubungan kerja atau kehilangan mata pencaharian. Sebab, perusahaan di tempat mereka bekerja banyak yang tutup karena tidak mampu membiayai dana operasional, sejak wabah ini menyebar di Bali.

BACA JUGA:  Demo Mahasiswa Diwarnai Ketegangan, DPRD Bali Tolak Gelar Sidang Rakyat Terkait Penolakan UU Cipta Kerja

“Kami pun sekaligus sosialisasi pentingnya penggunaan masker untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bali. Kami juga terus memberikan edukasi agar para pekerja mengetahui manfaat mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara itu Perbekel Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama menyampaikan, dampak dari Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas warganya. Banyak sekali warga terkena PHK akibat banyak perusahaan yang tutup karena wabah ini.

“Banyak warga kami yang terpaksa kehilangan pekerjaannya akibat wabah Covid-19. Bantuan ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang di PHK oleh perusahaannya,” ucapnya. (rls)