Edarkan Narkoba, Dua Napi Asimilasi dan Satu WNA Dibekuk Polisi

Pengedar dan pemakai narkoba saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua orang mantan narapidana bernama Husaini (49) dan Dedy (29) yang dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi kembali berulah. Keduanya ditangkap karena mengedarkan narkoba.

“Keduanya baru bebas setelah mendapat asimilasi dari pemerintah beberapa waktu lalu, namun di luar mereka menjadi pengedar,” terang Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat di Mapolresta Denpasar, Sabtu (30/5/2020).

Sebelumnya, Husaini dan Dedy dibekuk aparat kepolisian karena kasus narkotika pada tahun 2018 dan 2017.

Selain keduanya, selama bulan Mei 2020 anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Denpasar meringkus 30 orang pemakai dan pengedar narkoba. Mereka terdiri dari 25 orang laki-laki dan 5 perempuan.

“Dari 30 orang tersangka, 13 orang berperan sebagai kurir maupun bandar, sementara 17 orang lainnya menjadi pemakai narkoba,” beber Kasat Narkoba.

AKP Mikael mengungkapkan, dalam pengungkapan kasus dengan di backup Satgas CTOC tersebut, pihaknya juga meringkus seorang warga negsra asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Alit Stroh (26) di Jalan Tukad Yeh Penet, Denpasar Selatan.

“Orang asing tersebut mengaku menjadi pengedar narkoba dari tiga bulan lalu,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan para tersangka berupa sabu 159,48 gram, ekstasi 126butir dan ganja 11,74 gram. (agw)

BACA JUGA:  Curi Uang Majikan, Waria di Ubud Diringkus Polisi