Mulai 28 Mei 2020, 5 Wilayah di Denpasar Resmi Terapkan PKM

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Beritabalionline.com – Setelah disetujui Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang tertuang dalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020 akan resmi berlaku di lima wilayah Kota Denpasar mulai hari ini, Rabu (28/5/2020).

Kelima wilayah tersebut adalah Kelurahan Panjer dan Desa Adat Panjer, Desa Sanur Kauh dan Desa Adat Intaran, Kelurahan Sesetan dan Desa Adat Sesetan, Desa Pamecutan Kaja dan Desa Adat Denpasar, Kelurahan Pedungan dan Desa Adat Pedungan.

Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya yang didampingi Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat dijumpai usai sosialisasi dan asistensi SOP di Kelurahan Panjer menjelaskan bahwa pada prinsipnya kelima wilayah yang berada dibawah naungan Desa/Kelurahan dan Desa Adat ini sudah melaksanakan persiapan dengan maksimal.

“Pada prinsipnya sudah dilaksanakan pendampingan dan asistensi SOP, serta memperhatikan kesiapan wilayah maka kelima wilayah ini sudah dinyatakan siap untuk menerapkan PKM,” ujar Made Toya

Lebih lanjut dijelaskan, sejak diajukan oleh masing-masing desa, beragam persiapan sudah dilaksanakan oleh masing-masing wilayah. Mulai dari sosialisasi, pendampingan, serta asistensi SOP.

“Persiapan sudah dimaksimalkan, dan hari ini kami tim GTPP sudah mengecek langsung ke lapangan, dan diharapkan bagi masyarakat untuk dapat mentaati aturan PKM yang berlaku,” jelasnya

Made Toya turut berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan PKM. Adapun masyarakat wajib mengantongi surat jalan, melengkapi identitas diri, selalu mentaati protokol kesehatan, serta selalu menggunakan masker.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan selalu menerapkan PHBS dan cuci tangan pakai sabun pada air mengalir.

Ajak Masyarakat Lebih Disiplin

Kasus Covid-19 di Kota Denpasar cenderung fluktuatif. Kendati kasus sembuh menunjukan tren yang baik, namun kasus positif Covid-19 juga masih ditemukan. Selain itu, keberadaan OTG, ODP dan PDP juga menjadi ancaman penularan covid 19.

Menyikapi hal ini, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra yang dikonfirmasi di Denpasar, Rabu (27/5/2020) menjelaskan bahwa dalam masa penanganan Covid-19 di Kota Denpasar diperlukan dukungan bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga percepatan penanganan dapat dioptimalkan.

“Jadi kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat Kota Denpasar sebagai pusat pergerakan berbagai sektor belum sepenuhnya terbebas dari Covid-19. Untuk mempercepat penanganan Covid-19 diperlukan kesadaran yang tinggi dan disiplin semua pihak termasuk masyarakat,” tegas Rai Mantra.

Hal itu dikatakan wali kota mengingat saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan. Sehingga kendati nantinya akan diterapkan New Normal Life, masyarakat sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan.

Namun, lanjut Rai Mantra, untuk menuju New Normal Life Reproduction Number (RO) atau harus di bawah 1, sedangkan Denpasar masih di atas 1. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras dan disiplin yg tinggi untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Jadi, ini untuk membiasakan masyarakat, karena kita belum bisa menjamin bahwa Covid-19 ini bisa hilang sepenuhnya, jadi masyarakatlah yang menjadi domain untuk pencegahanya,” terangnya.

Selebihnya Wali Kota juga berharap masyarakat lebih fokus untuk bersama-sama menerapkan dan mendukung pencegahan Covid-19.

“Masyarakat harus lebih fokus pada masalah utama, yaitu pencegahan penyebaran Covid-19, mengingat Kota Denpasar belum sepenuhnya terbebas dari virus yang dapat mematikan ini. Kita berharap pandemi Covid-19 ini cepat dapat diatasi,” demikian Rai Mantra. *tra