Kasus Positif Covid-19 Total Capai 23.851 Orang, Bali 415 Kasus

Doni Monardo.

Beritabalionline.com – Kasus positif Covid-19 di Tanah Air hingga Rabu (27/5/2020) meningkat sebanyak 686 dari hari sebelumnya. Sehingga total keseluruhan kasus positif Covid-19 sebanyak 23.851 orang. Sementara untuk Provinsi Bali, kasus positif Covid-19 tercatat 415 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Gugus Tugas Covid-19, ada lima provinsi dengan kasus positif terbanyak. Yakni DKI Jakarta 6.895 orang, Jawa Timur 4.142, Jawa Barat 2.157, Sulawesi Selatan 1.381 dan Jawa Tengah 1.326.
Untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.682. Disusul Jawa Barat ada 542, kemudian Jawa Timur sebanyak 522, Sulawesi Selatan 518 dan Bali 302. Total pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia mencapai 6.057 orang.

“Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, Rabu (27/5/2020).

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif Covid-19 lainnya di Indonesia. Berikut Rinciannya: Provinsi Aceh 19 kasus, Bali 415 kasus, Banten 817 kasus, Bangka Belitung 42 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 228 kasus, Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 183 kasus, Kalimantan Timur 280 kasus, Kalimantan Tengah 330 kasus, Kalimantan Selatan 703 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Berikutnya, Kepulauan Riau 162 kasus, Nusa Tenggara Barat 537 kasus, Sumatera Selatan 921 kasus, Sumatera Barat 537 kasus, Sulawesi Utara 281 kasus, Sumatera Utara 332 kasus, Sulawesi Tenggara 226 kasus, Sulawesi Tengah 121 kasus, Lampung 118 kasus, Riau 111 kasus, Maluku Utara 119 kasus, dan Maluku 170 kasus.

Selanjutnya, Papua Barat 132 kasus, Papua 581 kasus, Sulawesi Barat 88 kasus, Nusa Tenggara Timur 85 kasus, dan Gorontalo 60 kasus.

 

7 Provinsi Masuk Fase New Normal
Sementara secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, ada tujuh provinsi yang siap menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru di masa pandemi virus corona (Covid-19). Menurut dia, tujuh provinsi itu siap menjalankan new normal setelah 4 Juni 2020.

Hal itu disampaikan Airlangga berdasarkan data indeks penularan Covid-19 (R0) dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Berdasarkan data R0 dari Bappenas, beberapa daerah sudah terindikasi siap yaitu, Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku, Jambi, DKI Jakarta sesudah tanggal 4 Juni nanti,” kata Airlangga dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Rabu (27/5/2020).

“Kemudian juga Jawa Barat ada beberapa daerah, Jawa Barat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sampai tanggal 29 Mei,” sambungnya.

R0 atau basic reproduction number menunjukkan daya tular penularan virus dari orang sakit ke orang yang sehat. Jika R0 kurang dari satu, maka rata-rata orang yang terinfeksi akan menularkan kurang dari 1 orang. Sebaliknya, apabila R0 di atas satu maka penyebaran virus corona masih tinggi.

Untuk daerah-daerah yang RT-nya kurang dari satu, Airlangga meminta kepala daerah dan Forkopimda menyusun protokol untuk uji coba sebelum kegiatan perekonomian dibuka. Protokol itu harus dikoordinasikan kepada Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Berikutnya tentu pra-kondisi dengan masyarakat perlu disiapkan agar masyarakat betul-betul bisa menjaga kedisiplinannya,” ujarnya.

Dia menegaskan, pentingnya TNI-Polri dikerahkan di tempat-tempat keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol new normal. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19.

“Karena kalau terjadi secondary wave (gelombang kedua), maka kegiatan akan dihentikan kembali dan kegiatan pun akan terganggu kembali,” jelas Airlangga.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Dia telah mengerahkan aparat TNI-Polri untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan virus corona.

Pendisiplinan ini untuk mempersiapkan masyarakat memasuki tahapan new normal. Setidaknya, ada 340.000 personel TNI-Polri yang diturunkan untuk mendisiplinkan masyarakat. Mereka akan mengawasi 1.800 titik keramaian mulai dari pasar, mal, hingga tempat pariwisata.

Pendisiplinan ini dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, ada 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang dilakukan pendisiplinan untuk memasuki fase new normal. *itn