Tokoh Muslim di Bali Sepakat Sholat Ied Dilaksanakan di Rumah Masing-masing

Kapolda Bali saat bertemu Tokoh Muslim Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menerima kunjungan tokoh organisasi kemasyarakatan islam. Kedatangan para pemimpin ormas islam di Bali ini untuk membahas perayaan hari raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada para tokoh ormas islam untuk membuat kesepakatan bersama agar perayaan Idul Fitri di wilayah Provinsi Bali tidak ada perbedaan, mulai dari pelaksanaan sholat Ied hingga kegiatan bersilaturahmi,” ucap Kapolda saat menerima rombongan di Lounge Andalan Polda Bali, Rabu (20/5/2020).

Kapolda mengatakan, sesuai dengan hasil video conference dengan pemerintah pusat, Senin (18/5/2020) lalu, disimpulkan bahwa sesuai dengan Permenkes 9/2020, kegiatan agama yang bersifat massive (mengumpulkan massa yang banyak) dilarang untuk dilaksanakan.

Sehingga imbauan pemerintah pusat bahwa kegiatan sholat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing. Dalam kegiatan video conference juga disampaikan oleh Menkopolhukam bahwa kegiatan sholat Idul Fitri bukan merupakan sholat yang wajib melainkan sunnah.

“Hari ini saya sampaikan imbauan pemerintah pusat dalam rangka menyikapi pencegahan penyebaran Covid-19 hubungannya dengan pelaksanaan holat Idul Fitri berjamaah. Apabila Sholat Idul Fitri tetap dilaksanakan maka petugas akan melakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat,” tegasnya.

Menurut Kapolda, dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, demi masa depan anak cucu agar darurat kesehatan yang terjadi saat ini tidak menjadi darurat sosial ekonomi dan darurat keamanan.

“Saat ini Covid-19 telah menjadi pandemi global. Di Bali sendiri setiap harinya kasus positif Covid-19 meningkat. Saat ini transmisi lokal cukup tinggi berada pada angka 38 persen,” jelas Kapolda.

Ketua MUI Provinsi Bali, H.M. Taufiq As’adi, S.Ag., menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Hal tersebut juga demi kesehatan masyarakat Bali.

BACA JUGA:  DPR RI Minta Imigrasi Bali Tindak Tegas WNA Bermasalah

“Pelaksanaan sholat Idul Fitri sebaiknya dilaksanakan serempak di seluruh Bali di rumah masing-masing,” ucapnya.

Pernyataan yang senada juga disampaikan Ketua PW NU Provinsi Bali, K.H. Abdul Aziz., Ketua PW Muhammaddiyah Provinsi Bali, H. Aminullah, S.Pd.I., Ketua Pengembangan Organisasi DMI Provinsi Bali, Ust. H. Fauzy Basulthana., Ketua LDII Denpasar, H. Kafilari, S.E., Kabid Binmas Islam Departemen Agama Provinsi Bali, H. Nur Khamid., Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, Ir. H. Maman Supratman

Saat mengikuti rapat tersebut, mereka menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Anggota DPD RI Perwakilan Bali, H. Bambang Santoso, S.Pd.I., yang turut dalam pertemuan menyatakan setuju dengan imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Namun lanjutnya, imbauan ini harus dilaksanakan serentak di seluruh Bali.

“Apabila ada satu atau dua daerah yang melaksanakan sholat Idul Fitri, hal tersebut bisa menjadi ancaman. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa kita harus menjauhi hal yang membahayakan diri sendiri. Wabah ini nyata dan dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri namun orang sekitar kita,” tegasnya.

Setelah semua sepakat mengikuti imbauan pemerintah pusat, Kapolda Bali langsung berkoordinasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster via video call yang disaksikan langsung oleh para tokoh Muslim.

Kapolda menyampaikan bahwa seluruh tokoh umat muslim di Bali sudah sepakat dan menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing dan akan segera membuat seruan bersama.

Gubernur Wayan Koster yang mendengar mengucapkan terimakasih, mengapresiasi dan menyetujui kesepakatan bersama para tokoh muslim terkait pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri agar dilaksanakan dari rumah masing-masing dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. (agw)