Polisi Evaluasi Minggu Pertama Pelaksanaan PKM di Denpasar

Salah satu pos pemeriksaan di Jalan Ayani Utara. (foto : Agung Widodo/ Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk mencegah penyebaran Covid-19 mendapat respon dari pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Bali.

“Dari hasil analisa dan evaluasi (anev), Bapak Kapolda, Bapak Waka Polda dan Bapak Karo Ops Polda Bali menilai bahwa Perwali sudah bagus dan tidak menyalahi aturan,” ucap Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (19/5/2020) di Mapolresta Denpasar.

Kendati demikian kata Kapolresta, ada beberapa hal yang menjadi penekanan Kapolda Bali, di antaranya peran aparat kepolisian di lapangan dalam pelaksanaan PKM.

“Sesuai arahan pimpinan, keterlibatan kepolisian agar ditonjolkan karena saat menghentikan dan pada saat melakukan pemeriksaan harus ada polisi di sana, hal ini sesuai perundang-undangan, serta dimaksudkan untuk menghindari persoalan di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu terang AKBP Jansen, evaluasi lainnya dalam pelaksanaan PKM yakni pada saat pemeriksaan kepada masyarakat tidak lagi berlangsung di jalan. Ini supaya tidak mengganggu arus lalulintas.

“Harus masuk ke kantong-kantong atau lokasi yang luas, baru dilakukan pemeriksaan kepada masyarakat, tidak boleh lagi di jalan,” tegasnya.

Menurutnya, tujuan pelaksanaan PKM adalah mendisplinkan masyarakat agar bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hanya saja tujuan baik tersebut jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Sambil berjalan kita juga lakukan evaluasi, apalagi ini baru minggu pertama di mana kegiatan tersebut masih dalam tahap sosialisasi,” terang Kapolresta. (agw)

BACA JUGA:  Warga yang Bermukim di Daerah Rawan Longsor Disarankan Mengungsi