Jalani Rapid Test, Seluruh Pegawai Kejati Bali Bebas Covid-19

Pegawai Kejaksaan Tinggi Bali saat menjalani rapid test. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Menindaklanjuti arahan dari Jaksa Agung, terkait pengamanan sumberdaya organisasi seluruh kejaksaan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin (18/5/2020) melakukan rapid test kepada seluruh stat hingga satpam di kantor Kejati Bali.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali mendapat kesempatan pertama untuk dilakukan rapid test yang selanjutnya diikuti Wakajati Bali, dan unsur pimpinan lainnya hingga satpam dan tenaga kebersihan.

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto mengatakan, kegiatan rapid test yang terselenggara atas kerja sama Kejati Bali dengan Dinas Kesehatan Propinsi Bali dan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.00 Wita dengan total keseluruhan 210 rapid test.

“Kegiatan Rapid test sebagai bentuk deteksi dini terhadap keberadaan para pegawai Kejati Bali untuk mengetahui apakah ada para pegawai Kejati Bali yang reaktif terhadap Covid-19 mengingat tingkat pelayanan publik yang harus tetap diberikan kepada masyarakat disaat mewabahnya cirus corona ini,” tegas pejabat yang akrab disapa Luga itu.

Dikatakan pula, dengan adanya rapid test juga diharapkan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang mendatangi Kantor Kejati Bali atau berhubungan dengan pegawai Kejati Bali.

“Hasil rapid test semua pegawai di lingkungan Kejati Bali dinyatakan non reaktif covid 19,” ungkap mantan Kacabjari Nusa Penida itu.

Dalam kesempatan ini, Luga juga mengatakan bahwa, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali sangat memperhatikan kesehatan dan kondisi pegawai terutama saat mewabahnya Covid-19 saat ini.

Langkah langkah pencegahan yang dilakukan selain rapid test adalah pemeriksaan kesehatan pegawai secara rutin, mewajibkan menggunakan masker di lingkungan Kejati Bali, arahan untuk mencuci tangan dan menjaga kehatan lingkungan.

BACA JUGA:  Polisi akan Tindak Tegas Masyarakat yang Nekat Gelar Pesta Malam Tahun Baru

“Yang paling penting adalah Kajati melarang setiap pegawai Kejati Bali untuk mudik. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (sar)