Koperasi di Klungkung Bakal Digelontor Bantuan

Beritabalionline.com – Koperasi simpan pinjam yang ada di Kabupaten Klungkung mulai merasakan dampak virus corona sejak April lalu.

Meski tidak sampai merugi, pendapatan koperasi mengalami penurunan cukup signifikan sehingga mempengaruhi biaya operasional.

Agar bisa tetap beroperasi, koperasi-koperasi tersebut telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan untuk biaya operasional.

Selain itu, didorong juga untuk membuka warung serba ada yang promosi dan pemesannya melalui sistem online.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung Wayan Ardiasa mengungkapkan, ada sebanyak 115 koperasi aktif di Kabupaten Klungkung.

Dengan adanya wabah virus corona ini, menurutnya, koperasi-koperasi yang bergerak disimpan pinjam mulai merasakan dampaknya sejak April dan puncaknya mulai Mei ini.

“Merugi sih belum ada laporan. Yang banyak ada laporannya berkaitan dengan penurunan pendapatan sehingga mempengaruhi kemampuan untuk membayar biaya operasional seperti gaji dan lainnya,” terangnya.

Penurunan pendapatan koperasi itu terjadi lantaran sejumlah anggota yang meminjam uang mulai kesulitan untuk membayar sehingga meminta keringanan agar bisa membayar bunga kreditnya saja selama pandemi.

Sementara anggota yang memiliki tabungan dan juga deposito mulai menarik dananya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga membuka usaha.

“Kalau yang kredit kesulitan bayar, sementara yang punya tabungan dan deposito menarik dananya dalam jumlah besar, sebulan saja seperti itu bisa bangkrut koperasinya,” katanya.

Agar jangan sampai ada koperasi yang bangkrut, diungkapkannya, pengurus koperasi sudah melakukan pertemuan dengan para anggota agar tidak menarik dananya dari koperasi dalam jumlah yang besar.

“Yang banyak menarik deposito itu seperti PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang baru saja pulang dari bekerja

di luar negeri karena terkena dampak Covid-19. Mereka menarik dananya untuk buat usaha karena sudah tidak bekerja lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Menparekraf Sandiaga Uno Janji akan Cari Solusi Bantu Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Melihat kondisi itu, dia mengaku telah mengajukan 115 koperasi aktif dan terdampak corona itu di Kabupaten Klungkung untuk bisa mendapatkan bantuan biaya operasional sebesar Rp 10 juta per koperasi.

Dan, menurutnya, seluruh usulan telah diterima dengan total nominal bantuan yang akan diberikan sebesar Rp 1.150.000.000.000.

“Kalau dibandingkan dengan biaya operasional koperasi dalam sebulan sebenarnya tidak mencukupi dengan bantu Rp 10 juta itu. Tetapi, tetap harus disyukuri agar bisa tetap beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, agar koperasi di Kabupaten Klungkung bisa tetap beroperasi, pihaknya telah mendorong agar koperasi-koperasi

yang selama ini hanya bergerak di usaha simpan pinjam di Kabupaten Klungkung juga merambah usaha warung serba ada (Waserda).

Menurutnya, warung serba ada dengan penjualan sistem online cukup berpeluang untuk memperoleh keuntungan.

“Daripada terus menyalurkan kredit di tengah kondisi seperti ini malah bisa merugi. Sudah ada sekitar tujuh koperasi yang mulai merambah waserda dengan sistem transaksi secara online,” ujarnya. (huk)