Wali Kota Denpasar Rai Mantra Ikuti Webinar Terkait Perkembangan Covid-19

Wali Kota IB Rai Mantra saat mengikuti diskusi Webinar via teleconference. 

Beritabalionline.com – Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengikuti diskusi Webinar via teleconference dari Founder of Independent Research Advisory Indonesia Lin Che Wei, terkait perkembangan Covid-19 di Denpasar, Jumat (15/5/2020) di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang.

Dalam diskusi ini Founder of Independent Research Advisory Indonesia Lin Che Wei ingin menanyakan perkembangan yang terjadi di Bali telah menarik perhatian khususnya bagi Independent Research Advisory Indonesia yang saat ini melaksanakan riset kebijakan public ditengah pandemic Covid-19.

Sampai dengan data per 10 Mei 2020, Bali sudah mencapai 67 % kasus selesai, dimana 98 % di antaranya merupakan kesembuhan. Angka ini jauh berada diatas rata-rata nasional, dimana Indonesia secara keseluruhan baru mencapai 26%.

“Kami ingin tahu bagaimana Bali bisa menekan pertumbuhan kasus dan mendorong tingkat kesembuhan, yang sebelumnya di Bali diprediksi memiliki angka kasus yang tinggi dalam perkembangan Covid-19 ini karena banyak warga asing yang ada dan sebagai destinasi tempat bertemunya warga asing maupun domestik, serta langkah apa yang digunakan pemerintah daerah untuk menekan kasus Covid ini,” tanyanya.

Semua hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan contoh bagi wilayah lain agar bisa menerapkan langkah-langkah pencegahan covid 19 seperti di Kota Denpasar selama ini.

Sementara Wali Kota Denpasar Rai Mantra mengatakan, berbagai langkah sudah dilakukan Pemkot Denpasar dalam pencegahan dan pemutusan rantai perkembangan Covid-19 ini sesuai protokol kesehatan yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Seperti penyemprotan disinfektan secara rutin di setiap wilayah Denpasar, juga dilaksanakan pemantauan bagi WNA/WNI dengan riwayat berkunjung ke negara tertular, orang yang kontak dengan positif Covid, bekerja atau mengunjungi faskes yang menangani kasus.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Ingatkan Generasi Muda akan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

Berikutnya, pengecekan dan pemeriksaan di prioritaskan pada orang yang memiliki riwayat perjalan ke negara tertular dengan sistem jemput bola. Carantina untuk para PMI, menghimbau masyarakat utamanya tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pemberian bantuan sembako dan BLT kepada masyarakat terdampak

Selain itu, langkah terbaru dari Pemkot Denpasar dalam penvegahan Covid-19 membuat Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 32 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di tingkat desa, kelurahan dan desa adat dalam percepatan penanganan Covid-19 yang sudah disetujui Gubernur Bali. Perwali ini diberlakukan pertanggal 15 Mei 2020 khusus untuk wilayah Kota Denpasar. Perwali PKM ini mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan aktifitas masyarakat. (tra)