Tukang Ojek Jual Surat Sehat Bebas Covid-19 Kepada Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk

Tersangka penjual surat kesehatan covid di situs penjualan online. (Foto : Istimewa)

Beritabalionline.com – Rupanya jaringan komplotan penjual surat keterangan kesehatan palsu Covid-19 kepada para penumpang yang akan keluar Pulau Bali, melewati Pelabuhan Gilimanuk juga dilakukan oleh para tukang ojek.

Dikutip dari merdeka.com, Jumat (15/5/2020), para pelaku yang diamankan adalah Bernama Widodo (38), Ivan Aditya (35) Roni Firmansyah (25) dan Putu Endra Ariawan (31). Keempat pelaku ini berprofesi sebagai tukang ojek di kawasan Gilimanuk, Bali.

“Modusnya, para pelaku memanfaatkan SE, nomor 04, tahun 2020, tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan cara membuat surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya kepada para pengguna Pelabuhan Gilimanuk,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, Jumat (15/5/2020) di Denpasar, Bali.

Para komplotan ini, dibekuk pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 13.00 WITA di Pelabuhan Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Tertangkapnya para komplotan ini, berawal dari viralnya di media sosial tentang adanya pelaku penyedia surat kesehatan palsu untuk para penumpang atau penggunaan di Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyebrang dengan kisaran harga antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dimana kejadian tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 20.00 WITA dimana saksi Bernama M. Muslimah dan Abdurahman hendak menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk dan para pelaku menjual keterangan surat kesehatan palsu tersebut.

Selanjutnya, pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 14.00 WITA setelah melakukan penyelidikan dan mendapat keterangan dari para saksi bahwa yang menjual surat keterangan sehat yang palsu adalah para komplotan tersebut dan berhasil diamankan.

BACA JUGA:  Sekda Dewa Indra Serahkan Penghargaan Kepada Relawan Covid-19

Saat dilakukan introgasi, pelaku bernama Ivan Aditya dan Roni Firmansyah mengakui telah menjual lima lembar surat seharga Rp 100.000 per lembar dan surat tersebut didapat dengan cara membeli dari pelaku Widodo seharga Rp 25.000 perlembar kemudian di perbanyak dengan cara memfotocopy di tempat percetakan milik Surya Wirahadi Pratama.

Kemudian, dari keterangan pelaku Widodo mengakui mendapatkan blanko surat kesehatan dengan cara dapat memungut di depan Minimarket SWT Gilimanuk dan memperbanyak dengan cara memfotokopi bersama pelaku Putu Endra Ariawan dan berhasil menjual 10 lembar dengan harga Rp 50.000 per lembar ke para pengguna Pelabuhan Gilimanuk dan menjual kepada pelaku Ivan Aditya sebanyak tiga lembar seharga Rp 25.000 perlembar.

“Sementara untuk barang bukti yang diamankan dua lembar surat keterangan sehat dan satu printer L 210,” ujar Syamsi.

Selain itu, dalam menjalankan aksi kejahatannya para pelaku ini memiliki peran masing-masing. Pelaku Widodo dan Putu Endra Ariawan berperan membuat blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya. Pelaku Ivan Adity dan Roni Firmansyah berperan bersama dengan membeli blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

Para komplotan ini dijerat Pasal 263 atau 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Kepada masyarakat untuk lebih teliti dan cek kebenaran akan validasi sebuah informasi kepada lembaga atau instansi yang sah dan terpercaya agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Syamsi.