Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 8 Orang, Positif Baru 6 Orang

Perkembangan penanganan Covid-19 di Bali per 15 Mei 2020. (FOTO: ist)

Beritabalionline.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Kembali mencatat pasien sembuh sebanyak delapan orang sehingga secara kumulatif hingga Jumat (15/5/2020) sebanyak 232 orang sembuh dari jeratan virus mematikan itu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan dari tambahan delapan orang pasien sembuh itu terdiri atas lima orang pekerja migran Indonesia (PMI) dan tiga orang non-PMI.

Selain pasien sembuh sebanyak delapan orang, pasien positif baru sebanyak enam orang terdiri dari tiga orang PMI dan tiga lainnya transmisi local. “Yang meninggal tetap empat orang,” imbuhnya.

Dikatakannya, jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 109 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering.

“Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 132 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut berdasarkan Surat Gubernur Bali Nomor 149/Gugascovid19/V/2020 Tanggal 14 Mei 2020 tentang Penggunaan Masker, mengharuskan setiap tamu/pengunjung/pemohon pelayanan publik di kantor/instnasi menggunakan masker.

Bagi tamu/pengunjung/pemohon pelayanan publik yang tidak menggunakan masker agar ditolak atau ditunda proses permohonan pelayanan public.

Apabila pemohon pelayanan publik merupakan penyandang disabilitas atau orang yang kurang mampu secara ekonomi agar dibantu diberikan masker sehingga dapat dilayani permohonan pelayanan publiknya. Untuk maksud tersebut, pada unit-unit pelayanan publik perlu disiapkan masker untuk diberikan kepada pemohon pelayanan publik sesuai kategori di atas.

BACA JUGA:  Bule Prancis Tewas Terseret Arus Pantai Pasut, Tabanan, Bali

Dewa Indra mengatakan, mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, diminta kepada seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

“Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan,” tutup Dewa Indra. (tra)