Hari Pertama PKM, Puluhan Pengendara Tak Pakai Masker Diminta Balik Arah

Petugas memeriksa pengendara sepeda motor yang hendak menuju Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Hari pertama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah Kota Denpasar, Jumat (15/5/2020), puluhan pengendara sepeda motor dilarang melintas dan diminta untuk balik arah oleh petugas di Jalan Ahmad Yani Utara, yang menjadi perbatasan wilayah antara Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

“Mereka yang kita larang untuk melintas, selain tidak mengenakan masker, juga tidak mempunyai tujuan yang jelas,” ungkap I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Plt. Kabid Bina Program Dinas Perhubungan Kota Denpasar di Pos Penjagaan Perbatasan Denpasar – Badung, Jumat (15/5/2020).

Sikap tegas yang diambil petugas di lapangan merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang berlaku mulai 15 Mei hingga 6 Juni 2020.

Dewa Pradnyana mengatakan, di hari pertama pelaksanaan PKM, di Pos 2 Jalan Ahmad Yani pihaknya melakukan identifikasi kepada masyarakat dari luar yang hendak memasuki wilayah Denpasar.

Selain dari Dinas Perhubungan, tampak petugas dari kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, pecalang dan tenaga kesehatan turut dalam pemeriksaan.

“Setiap yang hendak melintas kita cek suhu tubuh, serta dilakukan rapid test, namun untuk rapid test tidak dilakukan pada semua warga, hanya sampling,” jelasnya.

Ditambahkan Dewa Pradnyana, untuk penjagaan dilakukan dua shift, yakni shift pertama dari pukul 08.00 hingga 15.00 WITA, shift kedua dari pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

“Jadi di sini kita lakukan secara persuasif yakni cegah dini. Kedapatan tidak mengenakan masker, tanpa tujuan jelas, kita larang untuk melintas dan memasuki wilayah Kota Denpasar,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Bertemu Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali, Ini Pesan Kasatintelkam Polresta Denpasar