Sebagian Warganya Jadi Buruh dan Petani, Desa Adat Tojan Bagikan Sembako

Pembagian sembako di Desa Tojan, Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Gotong royong dan bahu membahu dalam menghadapi pandemi Covid-19 terus dilakukan di desa-desa di Kabupaten Gianyar. Seperti yang dilaksanakan aparatur Desa Adat Tojan, Kecamatan Blahbatuh yang membagikan bantuan paket sembako bagi warganya.

Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban warga saat Covid-19 melanda Desa Adat Tojan, Blahbatuh, dan berlangsung di Balai Banjar Tojan, Rabu (13/5/2020). Paket sembako yang dibagikan kepada 623 kepala keluarga (KK) berisikan beras, telor, minyak goreng, dan mie instan.

Bendesa Desa Pakraman Tojan I Gusti Ngurah Gede Udayadnya mengatakan, paket sembako diberikan kepada warga, mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat Tojan sebagai buruh bangunan, pariwisata dan pertanian, yang sangat terdampak dengan adanya pandemi saat ini.

“Paket ini diberikan mengingat banyak warga tidak bisa bekerja secara normal akibat terdampak oleh Covid-19, karena sebagian besar warga kami bekerja di sektor pariwisata, ada pula buruh bangunan dan petani,” ujar Udayadnya yang juga menjabat sebagai Camat Sukawati.

Sumber dana untuk bantuan ini disebutkan oleh Udayadnya berasal dari bantuan BKK Provinsi Bali melalui desa adat ditambah dengan dana dari LPD Desa Pakraman Tojan. Dengan demikian, bantuan paket sembako ini bisa diberikan kepada seluruh warga adat Desa Tojan.

“Bantuan ini diberikan kepada seluruh warga adat karena kita juga mengambil dana dari LPD Desa Adat yang milik krama adat. Jadi harus semua warga mendapatkannya,” tambah Udayadnya.

Melalui bantuan ini, pihaknya berharap kesulitan warga dapat sedikit teratasi. Tidak lupa pihaknya tetap mengajak warganya untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengurangi aktivitas di luar rumah untuk hal-hal yang kurang mendesak, serta tetap menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah.

BACA JUGA:  Bupati Mahayastra Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Gianyar

“Dengan bergotong royong, bersama-sama kita bisa melalui masa-masa sulit ini, dan kami tetap mengajak warga kami untuk tidak membuat keramaian dan tidak mendatangi keramaian, astungkara pandemi ini cepat berlalu,” tandas Udayadnya. (yes)