Curi Uang Buat Judi dan Kencani PSK, Mulyono Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa Mulyono. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Kasus hukum yang menjerat terdakwa Mulyono (39) memang terbilang sangat memalukan. Dalam persidangan yang digelar secara teleconference di PN Denpasar, Selasa (12/5/2020) terungkap, bapak 4 anak ini rela mencuri agar bisa berjudi dan berkencan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK).

Akibat perbuatannya itu, Mulyono dituntut hukuman 2 tahun penjara. Jaksa I Made Santiawan dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun potong masa tahanan,” sebut jaksa dalam surat tuntutannya yang dibacakan di muka sidang pimpinan Hakim Angeliki Handajani Day.

Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa yang tidak didampingi pengacara itu langsung mengajukan pembelaan secara tertulis. Intinya dia mohon keringanan karena masih memiliki anak kecil.

Dalam dakwaan diuraikan, aksi pencurian berawal ketika terdakwa datang ke Toko Ayu Cell yang beralamat di Jalan Gunung Selamet I No. 22 Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Senin (17/2/2020) sekitar pukul 18.30 WITA.

Awalnya terdakwa hendak membeli rokok, namun karena penjaga toko tidak di tempat, ia mengambil satu botol minuman Pocari Sweet dan langsung pergi dari toko tanpa membayar.

Selang 10 menit kemudian, terdakwa kembali ke toko dan langsung mendekati laci tempat uang di meja kasir namun laci dalam keadaan terkunci.

“Terdakwa melihat tas selempang kecil di atas keranjang di bawah kolong meja kasir. Setelah dirasa situasi aman, terdakwa kemudian mengambil tas milik saksi Ni Nyoman Astuti,” terang jaksa.

Beberapa meter dari toko, terdakwa naik ojek menuju Jalan Imam Bonjol Gang 100, Denpasar Barat. Di sana terdakwa membayar ojek Rp80 ribu menggunakan uang curian.

BACA JUGA:  Keluarga Kedua Tersangka Kasus Korupsi Air PDAM Nusa Penida Titipkan Uang Rp320 juta pada Kejaksaan

Terdakwa lalu mencari tempat sepi untuk menghitung uang di dalam tas yang jumlahnya Rp6,5 juta. Di seputaran Jalan Imam Bonjol, terdakwa pergi ke Toko Anom Adi Parwita untuk membayar utang Rp3 juta kepada seseorang dengan cara mentransfer.

Keluar dari toko, terdakwa mencari ojek menuju lokalisasi di Jalan Danau Tempe, Sanur, Denpasar Selatan. Di sana terdakwa berpesta pora minum bir dan mencari PSK hingga menghabiskan uang Rp1,7 juta.

Dua hari kemudian atau 19 Februari 2020 sekitar pukul 04.00 WITA, terdakwa menuju Jalan Pidada Ubung, Denpasar untuk bermain bilyard. Terdakwa kalah taruhan sebesar Rp700 ribu hingga uang hasil curian tersisa Rp32 ribu.

Sementara, polisi yang melakukan penyelidikan usai menerima laporan akhirnya menangkap pelaku di seputaran Denpasar pada tanggal 20 Februari 2020. Akibat perbuatan terdakwa saksi Ni Nyoman Astuti mengalami kerugian sebesar Rp6,5 juta. (sar)