Prayitno Tewas Terseret Arus saat Mancing Ikan di Tanjung Benoa

Evakuasi jenazah Edi Prayitno. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Nasib naas dialami pria bernama Wawang Edi Prayitno (40). Ia meninggal setelah terseret arus di Pantai Barat Teluk Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung.

“Korban saat itu sedang memancing ikan di TKP,” terang Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Sabtu (9/5/2020).

Peristiwa naas bermula ketika korban beralamat tinggal di Jalan Setra Gandamayu, Lingkungan Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung ini memancing ikan, Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 16.00 WITA.

Dari keterangan rekan korban bernama I Wayan Warta (48), saat itu air hanya sedalam 1 meter. Namun menjelang petang, air laut mulai pasang.

Tiba-tiba saksi mendengar korban berteriak minta tolong karena terseret arus. Sayang, saksi yang saat itu berjarak 100 meter tidak mampu menolong korban.

“Tubuh korban terseret hingga kedalaman 4 meter. Saksi tidak bisa menolong korban karena arus air deras,” jelas Kasubbag Humas.

Saksi yang tinggal tidak jauh dari rumah korban ini lalu menghubungi pecalang untuk minta bantuan. Tak berselang lama, datang petugas kepolisian bersama BPBD Kabupaten Badung dan langsung melakukan upaya penyelamatan.

“Korban dapat diangkat namun jiwanya sudah tidak tertolong. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Sanglah Denpasar,” ucap Kasubbag Humas. (agw)

BACA JUGA:  Ikuti SE Kemenkes, Tarif PCR di Bandara Ngurah Rai Menjadi Rp495 Ribu