Tim Gabungan Sidak Jam Operasional Toko Modern dan Pasar Senggol

tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Polri, TNI dan kejaksaan melakukan sidak ke sejumlah toko modern dan pasar senggol di Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Mengawal SK Bupati Gianyar terkait jam buka toko dan pasar, tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Polri, TNI dan kejaksaan melakukan sidak ke sejumlah toko modern dan pasar senggol di Gianyar, Senin  (4/5/2020). Tim gabungan langsung menyasar toko modern yang masih buka lewat dari pukul 19.00 Wita.

Anggota tim gabungan langsung dibagi menjadi 6 kelompok untuk mengevektifkan jalannya sidak. Khusus di Kota Gianyar tim dipimpin langsung Wakapolres Gianyar bersama Kasat Pol PP Gianyar menyasar seluruh toko modern yang masih buka lewat dari jam yang telah ditentukan.

“Giat kali ini kita menyasar toko modern yang masih buka lewat dari jam yang telah ditentukan. Di mana dalam SK Bupati, toko modern buka mulai pukul 10.00 hingga 19.00 Wita, dan pasar senggol dari pukul 16.00 hingga 20.00 Wita,” ujar Kasat Pol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha.

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di Kabupaten Gianyar masih kondusif. Walau masih ada beberapa toko yang buka lewat dari pukul 19.00 Wita, namun mereka sedang merapihkan dagangan untuk segera menutup tokonya.

“Seperti dilihat tadi, situasi sudah kondusif, masyarakat sudah mulai sadar walau ada beberapa toko yang masih buka. Namun mereka sedang memasukkan dagangannya untuk segera menutup tokonya,” ujar Watha.

Mengenai wabah Covid-19, Watha mengatakan, pihaknya telah bersinergi dengan seluruh jajaran baik TNI, Polri maupun yang lainnya untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, Wakapolres Gianyar Kompol Pius X Febri Aceng Loda SIK MH dalam apel sebelum sidak menekankan agar sidak dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan.

BACA JUGA:  Sambut Penerbangan Internasional, BPPD Denpasar Ingatkan Konsistensi Penerapan Prokes

“Nanti dalam sidak, kita mengimbau dan mengingatkan mengenai kebijakan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19. Sampaikan secara persuasif, tidak dengan arogan, tidak ada kata-kata kasar, dan jangan sampai masyarakat tersakiti,” tegas Pius Loda.

Diceritakannya pula, berdasarkan informasi Satgas Nusantara bahwa di Indonesia sudah ada 27 kabupaten/kota yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun sampai saat ini Bali belum menerapkan PSBB tersebut. Hal ni mengindikasikan bahwa pemerintah masih bisa mengendalikan situasi ini.

“Ini prestasi yang perlu kita jaga bersama biar situasi bisa dikendalikan. Karena jika menerapkan PSBB, artinya pemerintah tidak bisa lagi mengendalikan Covid-19,” ujarnya.

Tak hanya toko modern dan pasar senggol, Pius Loda juga menekankan agar tidak berhenti untuk mengingatkan jika masih ada warga yang kumpul-kumpul ataupun tidak menggunakan masker.

Hadir dalam sidak tersebut antara lain Kasi Intel Kejari Gianyar Felly Kasdi, Kasdim 1616/Gianyar Mayor Inf I Gede Merta Santosa Amd, Kasad Bimas Polres Gianyar AKP I Gede Hendrawan, Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf Hengky Hestovery, beserta jajaran masing-masing. (yes)