Disperindag Karangasem Berlakukan Pembatasan Pedagang di Pasar

Pasar Bebandem, Karangasem terlihat sunyi dan dijaga pecalang karena diberlakukan pembatasan. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Semua pihak turut bergerak memutus rantai penyebaran korona atau Covid-19 ini. Salah satu caranya adalah dengan menekan terjadinya kerumunan.

Disperindag Karangasem pun mulai membatasi jumlah pedagang pasar tradisional, terutama bagi pedagang yang berasal dari desa zona merah Covid-19. Untuk sementara, para pedagang tidak berjualan demi mengantisipasi potensi penyebaran korona.

Kepala Dinas Perdagangan Karangasem I Wayan Sutrisna menjelaskan, pedagang yang dibolehkan berjualan hanyalah masyarakat sekitar pasar, seperti di Pasar Pesangkan Kecamatan Selat, Pasar Culik dan Pasar Mangsul Kecamatan Abang sudah dibatasi.

“Semua pasar di Karangasem sudah menerapkan pembatasan. Pedagang dari zona merah, seperti dari Bungaya Kangin dan Padangkerta, sementara tidak jualan di Pasar Bebandem,” imbuh Sutrisna.

Wayan Sutrisna mengatakan, beberapa pasar juga menerapkan pemeriksaan kondisi pengunjung atau pembeli serta pedagang yang masuk ke pasar, misalnya cek suhu tubuh. Masyarakat di pasar diimbau tetap mengikuti arahan pemerintah daerah terkait protokol kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem jadi salah satu yang dibatasi. Satgas Gotong-Royong Desa Adat Bebandem, Perbekelan/Kecamatan Bebandem, Karangasem langsung menggelar rapat, Kamis (30/4) lalu pasca seorang pedagang di Pasar Bebandem asal Kelurahan Padangkerta dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dari rapat itu, salah satu keputusannya adalah menutup aktivitas Pasar Bebandem.

Namun penutupan hanya berlaku setiap pasaran beteng berdasar pangelong triwara/penanggalan kalender Bali yang jatuh tiap tiga hari sekali. “Kami memutuskan menutup pasar supaya penyebaran tidak berlanjut lagi. Penutupan berlangsung selama empat kali pasaran beteng,” jelas Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Bebandem I Gede Warsa.

Perbekel Desa Bebandem I Gede Partadana menambahkan, pasar akan dipadati masyarakat luar desa bahkan sampai luar kabupaten saat hari beteng. Namun saat pasaran pasah dan kajeng masih buka karena aktivitas pasar cenderung untuk berjualan kebutuhan sembako saja. “Nah, ini (beteng) yang sementara dihindari dulu atau sementara ditiadakan hari pasarannya,” jelas Partadana. (huk)

BACA JUGA:  Kontingen Bali Raih Juara Harapan di Ajang MTQ Tingkat Nasional