Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali Paling Tinggi di Indonesia

Gubernur Koster menyampaikan perkembangan upaya pencegahan Covid-19 di Bali.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Provinsi Bali sampai dengan hari ini masih perlu berjuang ekstra untuk menekan penyebaran virus korona. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berupaya melakukan pencegahan dan penanganan dengan berbagai kebijakan dan upaya yang disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

Berbagai kebijakan dan upaya tersebut setidaknya memberikan hasil nyata, meskipun secara nasional, Bali masuk dalam sepuluh provinsi dengan perkembangan kasus positif tertinggi, sesuai data per 4 Mei 2020.

Di antara deretan sepuluh provinsi tersebut, Bali menempati posisi ketujuh dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 271 orang dengan rata-rata penambahan per hari sebanyak tujuh kasus.

Sebagaimana disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, pada keterangan persnya, Senin (4/5/2020) di Jayasabha bahwa  hasil nyata itu setidaknya bisa dilihat dari tiga indikator. Salah satunya, persentase kesembuhan pasien positif di Bali yang terhitung paling tinggi di Indonesia, yakni 58,67 persen.

“Persentase kesembuhan pasien positif Covid-19 di  Bali mencapai sekitar 58,67 persen. Jumlah ini paling tinggi di Indonesia dan berbeda jauh daripada sembilan provinsi lainnya,” ujar Koster.

Bahkan, sambung dia, persentase itu jauh di atas rata-rata nasional yang berada di posisi 16,86 persen dan global yang berada pada posisi 32,10 persen. Selain itu, menurutnya, rata-rata lama perawatan pasien positif di Bali sampai dengan sembuh sekitar 13 hari. “Masa perawatan paling cepat selama tiga hari dan paling lama 39 hari untuk kasus yang berat,” jelasnya.

Sementara untuk persentase pasien positif yang meninggal juga terhitung rendah. Dia menyebutkan angka 1,48 persen paling rendah dari sembilan provinsi lainnya. Bahkan jauh di bawah rata-rata nasional yang berada pada 7,46 persen dan global pada posisi 7,04 persen.

BACA JUGA:  Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan, PT Indo Bali Gas Group Gelontor 50 Paket Sembako untuk Anggota PWI Bali

“Patut dicatat bahwa dari empat orang pasien positif yang meninggal di Bali, dua orang merupakan warga negara asing atau WNA, satu orang dari luar daerah Bali, dan satu orang pekerja migran Indonesia (PMI) warga Bali,” jelasnya merinci data kematian.

Berkaca dari data tersebut, Koster menyimpulkan bahwa penanganan Covid-19 di Bali telah menunjukkan hasil yang baik dan terkendali. Meskipun sampai sejauh ini, Bali belum memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Apalagi, sebelumnya, banyak pihak yang sangat khawatir bahwa Bali akan terancam Covid-19 karena sebagai destinasi wisata dunia terbesar di Indonesia. “Tetapi sejauh ini, fakta menunjukkan hal yang berbeda,” tukasnya.

Karena itulah, selaku Gubernur Bali, dia secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para tenaga medis, dokter, sampai dengan perawat di semua rumah sakit rujukan. “Yang telah bekerja tanpa lelah dengan semangat pengabdian tinggi demi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Koster memberikan penekanan soal apresiasi bagi tenaga medis di seluruh rumah sakit rujukan. Sebab, kerja keras mereka yang tinggi sehingga angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Bali tinggi dan angka kematiannya rendah.

“Ini perlu apresiasi khusus dari saya atas nama Pemprov Bali dan masyarakat Bali. Tentunya saya sebagai ketua gugus dan gubernur akan memberikan insentif tambahan kepada tenaga medis nanti. Kini sedang dirumuskan kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi peran desa adat dan desa di Bali yang mampu menjaga wilayahnya dengan sangat ketat sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan, menurutnya, pelibatan desa adat dan desa di Bali mendapatkan apresiasi yang baik dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi

BACA JUGA:  Hari Ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 98 Orang, Meninggal 3 Orang

Dalam upaya tersebut, kata Koster, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi sangat mengapresiasi peran desa adat dan desa di Bali yang mampu menjaga wilayahnya dengan sangat ketat sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19. “Dalam upaya tersebut, Beliau sangat mengapresiasi peran desa adat dan desa di Bali,” sebutnya.

Meski pengendalian Covid-19 di Bali telah baik, Koster tetap menegaskan upaya tersebut harus tetap dimantapkan dan ditingkatkan secara bersama-sama. Mulai dari Gugus Tugas Provinsi, Gugus Tugas Kabupaten/Kota se-Bali, desa adat, desa, Satgas Gotong Royong Desa Adat, relawan desa, dan para pihak serta masyarakat agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Karena itu, dia mengimbau dan menegaskan agar Instruksi Gubernur Nomor 8551 Tahun 2020 diterapkan secara disiplin. Mulai dari mengutamakan segala kegiatan agar sebisanya dilakukan di rumah, membatasi keramaian, membatasi perjalanan ke luar dan maupun ke Bali, kecuali angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kemudian, memperketat pengawasan dan seleksi terhadap perlintasan orang atau penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan lainnya.

Selain itu, dia juga mengimbau agar para PMI yang sedang dikarantina di hotel atau di tempat lain harus mengikuti dengan disiplin. Tidak boleh keluar dan tidak boleh menerima tamu, termasuk keluarga. “Kalau ada yang melanggar agar ditindak dengan tegas oleh aparat keamanan,” tegasnya.

Dia juga mengaku sedang memantau dengan serius perkembangan kasus positif akibat transmisi lokal yang terjadi di sembilan kabupaten/kota di Bali. Penambahan pasien positif Covid-19 paling banyak terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Denpasar.

“Oleh karena itu, bupati/wali kota di wilayah tersebut agar berani bertindak tegas untuk memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19,” instruksinya. (yaw)