Ambil Bukti Tilang di Kejari Denpasar Cuma Butuh Waktu 35 Detik

Seorang pengendara hendak membayar dan mengambil bukti tilang. (Foto : SAR)

Beritabalionline.com – Untuk menghindari kerumunan orang guna pencegahan covid-19, Kejaksaan Negeri Denpasar, Senin (4/5/2020) membuka loket layanan tilang drive thru (layanan tanpa harus turun dari motor).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Luhur Istighfar mengatakan, dengan adanya layanan tilang drive thru ini, para pelanggar yang hendak membayar dan mengambil barang bukti tilang tidak harus antri berjam-jam karena cukup tetap berada di atas motor dan dilayani tidak lebih dari 35 detik.

“Ini adalah salah satu upaya dari Kejaksaan Negeri Denpasar untuk menghindari adanya kerumunan masa sehingga penyebaran covid-19 bisa dicegah,’ kata Luhur Istighfar didampingi kepala seksi pidana umum (Kasipidum) I Wayan Eka Widanta, Senin (4/5/2020).

Di hari yang sama Kejari Denpasar juga melakukan penandatanganan kerjasama atau MoU dengan Kantor Pos terkait pembayaran denda tilang. Luhur mengatakan, salah poin dalam kerja sama dengan Kantor Pos tersebut adalah untuk mempermudah pelanggar tilang yang tinggal di luar Denpasar.

“Misalnya ada pelanggar ditilang Denpasar dan kebetulan tinggalnya di Gianyar maka, pelanggar tersebut tidak harus datang ke Denpasar, cukup membayar tilang di daerah asalnya dan nanti bukti tilangnya diantar langsung oleh petugas dari Kantor Pos,” ujar Kajari.

Untuk warga yang tinggal di Denpasar, menurut Luhur bisa juga memanfaatkan pembayaran melalui Kantor pos. “Cukup membayar denda tilang di Kantor Pos terdekat, dan barang bukti tilang juga akan diantar oleh petugas ke rumahnya,” tegas Luhur.

Kembali soal layanan tilang drive thru, kata Luhur, bagi pelanggar yang pada saat ditilang menggunakan kendaraan roda 4 disarankan untuk mengambil tilang di Kejari Denpasar menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA:  Dukung Pencegahan Covid-19, Pemkot Denpasar Dibantu 8 Unit Wastafel Portable

“Karena keterbatasan tempat, maka Kami menyarankan kepada para pelanggar yang mengambil bukti tilang untuk tidak menggunakan kendaraan roda empat walaupun pada saat ditilang pelanggar tersebut menggunakan kendaraan roda empat,” pungkas Kajari. (sar)