Gianyar Back Up Atlet PON

Ketua KONI Gianyar Pande Purwata.

Beritabalionline.com – KONI Gianyar siap ‘back up’ atletnya di Kontingen PON Bali XX/2021. Bahkan jika 31 atlet asal Gianyar tidak diberangkatkan KONI Bali, KONI Gianyar siap memberikan suntikan dana secara mandiri untuk memfasilitasi atletnya agar dapat berlaga di PON Papua 2021.

“Bagi kami, jangan sesekali mengecewakan atlet. Hal itu jelas sangat berdampak secara psikologis bagi atlet. Makanya, kami usul 261 atlet dari 28 cabor itu kirim saja semuanya ke PON Papua,” kata Ketua Umum KONI Gianyar Pande Purwata, Sabtu (2/5/2020).

Pande Purwata mendesak semua atlet Bali nantinya dimasukan dalam pendaftaran final atlet PON ke PB PON pada 27 Juli . Purwata menegaskan, jangan sampai ada istilah atlet terpotong tidak jadi berangkat ke PON Papua karena anggaran.

“Kami siap mengkover urusan anggaran atlet. Hal itu pernah disampaikan ke KONI Bali. Jadi, ini bukan bermaksud melangkahi otoritas kewenangan KONI Bali. Tapi, mari berpikir dan bersama sama dalam upaya memfasilitasi atlet agar turun di PON Papua,” kata Pande Purwata.

Hal itu dilakukan, kata Purwata, karena pihaknya sangat yakin atlet bangga masuk tim PON Bali. Dan, jika tidak diturunkan di PON akan menimbulkan sakit hati. Apalagi hak mereka dipotong dengan dalih minimnya anggaran di KONI Bali.

“Harapan kami, semua harus difasilitasi. Yang berprestasi harus ada dapat lebih, tapi atlet yang lainnya juga harus diperhatikan. Masukkan mereka sebagai atlet PON,” kata Pande Purwata.

Mantan Ketua Harian KONI Gianyar itu menyebutkan, jangan atlet hanya difasilitasi saat kejuaraan. Persiapan harus sejak awal. Untuk itu, 31 atlet khusus asal Gianyar akan dikawal betul agar masuk Kontingen PON Bali.

BACA JUGA:  Menpora: Siwo PWI Berjasa Bagi Kemajuan Olahraga Nasional

“Kami ingatkan, saat atlet berlaga di PON itu yang disebut atlet Bali. Makanya, KONI Bali lebih agresif memfasilitasi dan memback up atlet,” harap Pande Purwata.

Sebab, pihaknya yakin atlet itu secara umum yang penting masuk tim PON. Dan, jangan berpikir jumlah uang saku. Bahkan, terekrut saja sebagai atlet PON mereka sudah sangat bangga.

“Kasihan atlet, sudah PON diundur setahun. Malah mereka dicoret, padahal sudah menunggu cukup panjang. Jadi, hancur harapan atlet itu sendiri,” kata Pande Purwata. (yes)