Pelaku Perampokan Cirkle K di Seminyak Diduga Sebelumnya Pernah Lakukan Aksi Serupa

Pelaku menodongkan senjata api ke arah karyawan Cirkle K terekam camera CCTV. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan kasus perampokan dengan menggunakan senjata api di Cirkle K Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung.

“Masih dilakukan penyelidikan oleh anggota di lapangan,” kata Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (30/4/2020) di Mapolresta Denpasar.

Menurut Kapolresta, berdasarkan penyelidikan awal serta informasi, pelaku diduga lebih dari satu kali melakukan aksinya.

“Ada kemiripan dengan TKP lain dari informasi yang kita peroleh. Sekarang masih diperdalam,” paparnya.

Terkait senjata yang dibawa pelaku saat beraksi, AKBP Jansen mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah senjata tersebut senjata api atau bukan.

Pasalnya, pelaku menutup senjata yang dipegangnya dengan menggunakan kain sapu tangan.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan terjadi di Cirkle K Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, Rabu (29/4/2020) sekitar pukul 19.25 WITA. Pelaku masuk ke dalam toko sembari menodongkan senjata yang diduga senjata api ke penjaga toko.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku yang diduga beraksi seorang diri ini membawa kabur uang kurang lebih Rp2 juta.

Informasi dirangkum, saat itu penjaga toko bernama Kadek Arif Sudiarsa (22) tengah mengecas handphone di belakang meja kasir, Rabu (29/4/2020) sekitar pukul 19.25 WITA.

Tak berselang lama datang pelaku dengan ciri-ciri tnggi besar, menggunakan jaket sweater warna abu-abu sudah agak luntur, celana jeans biru serta memakai helm warna hitam dengan kaca penutup diturunkan.

Pelaku langsung menodongkan senjata api ujung sambil berkata “mana uang, keluarkan semua”. Karena takut, saksi langsung membuka laci kasir.

Pelaku lalu mengambil semua uang yang ada di dalam laci kasir. Usai beraksi, pelaku kabur, sedangkan penjaga toko masih terlihat ketakutan. (agw)

BACA JUGA:  Terungkap, Pelaku Pemerasan Merupakan Residivis Kasus Narkotika