Hingga 30 April, Jumlah Akumulatif Pasien Sembuh COVID-19 di Bali Capai 50,90 Persen

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra.

Beritabalionline.com – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan penanganan COVID-19 di Bali, pada Kamis (30/4/2020).

Ia menyebutkan, hingga Kamis (30/4/2020) ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 7 orang yang terdiri dari imported case sebanyak 4 orang dan transmisi lokal sebanyak 3 orang, sehingga jumlah akumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 222 orang.

“Kabar gembira sebanyak 17 pasien sembuh. Sehingga dengan demikian jumlah akumulatif yang sembuh sampai hari ini menjadi 113 orang atau sebanyak 50,90% dari total yang positif. Astungkara tidak ada laporan meninggal dan kita berharap tidak ada lagi yang meninggal di antara sahabat-sahabat kita yang terinfeksi COVID-19,” ujar Dewa Indra.

Ia juga mengatakan bahwa pasien dalam perawatan saat ini tercatat ada 105 orang yang tersebar di 11 rumah sakit rujukan dan juga tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dari jumlah akumulatif positif COVID-19 sebanyak 222 orang terdiri dari 8 orang WNA dan 214 orang WNI. Dari 214 orang WNI sebanyak 137 orang imported case (134 PMI dan 3 Non PMI), terinfeksi dari daerah terjangkit sebanyak 20 orang dan yang terinfeksi melalui transmisi lokal sebanyak 57 orang.

Gambaran tersebut memperlihatkan adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID 19, baik dari imported case yang dibawa PMI maupun dari transmisi lokal.

“Yang patut menjadi perhatian kita bersama adalah infeksi melalui transmisi lokal. Ini berarti di tengah-tengah masyarakat ada yang positif kemudian menularkan kepada yang sehat. Makin tinggi angka transmisi lokal menunjukkan masih kurang disiplinnya kita di dalam melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” ungkap Dewa Indra.

BACA JUGA:  OPD Kota Malang 'Berguru' ke Denpasar, Puji Smart City dan Inovasi Pro Denpasar

Oleh karena, lanjut dia, “Harus menjadi perjuangan kita bersama, kesadaran kita bersama, tanggung jawab kita bersama untuk mencegah terjadinya penularan COVID- 19 ini melalui transmisi lokal. Dibutuhkan satu disiplin kita bersama untuk mencegah transmisi lokal. Jika hal ini kita bisa lakukan bersama-sama maka transmisi lokal ini bisa kita dikendalikan dengan baik. Mudah-mudahan melalui informasi ini bisa terus menumbuhkan keyakinan kita bahwa COVID-19 ini sesungguhnya bisa dikendalikan melalui disiplin kita semua,” ujarnya. (ist)