Rasionalisasi Dana Desa Dipotong 50 Persen, Proyek Ditunda

ilustrasi.

Beritabalionline.com – Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan Seluruh kabupaten/kota di Bali saat ini sedang melakukan rasionalisasi anggaran. Bahkan Sebagian proyek-proyek ditunda, dan anggarannya digeser untuk penanganan Covid-19.

Sedangkan untuk BDPMD Gianyar, tidak tanggung-tanggung, dana desa dipotong mencapai 50 persen dalam situasi seperti ini, dana yang bersumber dari BHP dan BHR dipangkas sekitar 50 persen. Dikatakannya, dana yang dipangkas itu seperti anggaran yang dilimpahkan dari APBD ke Dana Desa.

 

“Dana yang dipangkas seperti kegiatan Taman Desa, Festival Jerami. Selain itu pembangunan yang menggunakan bersumber dari pajak dan sejumlah pelatihan-pelatihan yang telah dirancang oleh desa juga harus ditunda,” jelasnya, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, pemotongan itu sesuai Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Nomor : 900/1755/BPKAD tanggal 17 April 2020 tentang Penyesuaian Target Pendapatan Daerah dan Penghentian Sementara Pelaksanaan Belanja Daerah. Hal ini didukung oleh terbitnya Peraturan Bupati Gianyar Nomor 31 Tahun 2020 tanggal 22 April 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bupati Gianyar Nomor 99 Tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

“Berdasarkan surat tersebut, kami melakukan rasionalisasi, disamping itu, pemasukan ke kabupaten dari sector pajak dan pariwisata juga tidak ada,” tandasnya.

Dari data yang dimiliki, dana desa yang bersumber dari Bagi Hasil Pajak (BHP) Kabupaten yang semula pada anggaran induk 2020 ditargetkan sebesar Rp83,8 miliar lebih. Pendapatan berkurang sekitar Rp41.9 miliar.

“Retribusi dari pariwisata juga berkurang dari Rp 11 miliar menjadi 2,2 miliar lebih, sehingga semua harus dirasionalisasi,” pungkasnya. (yes)

BACA JUGA:  Hari Ini, 40 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Dinyatakan Sembuh