Pemerintah Perketat Pintu Masuk Bali, Dewa Made Indra Minta Pengertian dan Kesadaran Masyarakat

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra.

Beritabalionline.com – Kasus pasien positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case atau kasus impor. Sedangkan untuk transmisi lokal sejumlah 54 Orang.

“Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya,” kata Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (29/4/2020) di Denpasar.

“Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” sambungnya.

Ditambahkan, Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut Dewa Made Indra, pada intinya peraturan ini melakukan pembatasan dan pengendalian transportasi baik melalui darat, laut, udara, dan kereta api terutama ke jalur PSBB dan juga daerah dari zona merah.

“Yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid- 19,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Bali mengimbau masyarakat Bali untuk mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Berkaitan kebijakan ini pula melalui Gugus tugas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri dan pemerintah pusat di daerah bersama-sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali.

BACA JUGA:  Perwakilan FBI Sambangi Wakapolda Bali, Ini Harapannya

Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Padang Bai.

“Kalau masyarakat akan melintasi jalur jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas. Untuk itu dimohon pengertian masyarakat agar mematuhi peraturan dan lebh baik tetap di tempat,” kata Dewa Made Indra.

Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama. Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat.

“Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah, dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali,” ucapnya.

“Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluaraga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika kita terinfeksi atau tidak sampai dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak,” pungkasnya. (agw)