Kementerian PUPR Hibahkan TPS 3R Senilai Rp 600 Juta

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali, beraudensi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar. (foto: ist).

Beritabalionline.com – Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan sampah, mendapat apreasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Kementerian ini menghadiahkan satu unit TPS 3R senilai Rp 600 juta kepada Pemkab Gianyar.

Hal ini dijelaskan Tenaga Fasitator Lapangan (TFL) Infrastruktur berbasis Masyarakat Bidang Sanitasi, Tahun 2020 dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali, aat audensi dengan jajaran DLH Gianyar, Selasa (28/4/2020) lalu.

TFL FLH Gianuar dengan koodinator Dewa Alit Setiarsa, TFL Bidang Pemberdayaan Dewa Gede Janardana, dan TFL Teknik Dewa Gede Suariawan Dwipayana dan sebagai komandan Plt Kepala DLH Gianyar, Drs Wayan Kujus Pawitra. Hadir pula pegiat lingkungan sekaligus konsultas pengelolaan sampah, Ketut Suarnaya.

Dewa Alit Setiarsa menjelaskan, Kementerian PUPR RI melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali telah memantau secara cermat tentang keseriusan Pemkab/kota se Bali dalam mengelola sampah.

Dari pemantauan itu didapatkan data, belum semua kabupaten/kota berkategori berhasil dalam mengelola sampah. Bahkan dari hasil pemantauan dari pihak Balai tahun 2018, ada Program TPS 3R yang tak jalan.

Penyebabnya, antara lain, tak ada biaya operasional dan kurangnya komitmen dalam penanganan sampah secara serius. Oleh karena itu, Kementerian PUPR hanya dapat memberikan penghargaan masing-masing satu unit TPS3R kepada kabupaten yang dinilai serius.

‘’Dari sembilan kabupate/kota se Bali yang dapat bantuan TPS3R ini adalah Jembrana, Tabanan, Gianyar, Buleleng, dan  Klungung,’’ jelasnya.

Papar Dewa Alit Setirasa, TPS 3R ini senilai Rp 600 juta dari APBN, terdiri dari unit hanggar, mesin pencacah sampah, mesin pengayak, motor angkut sampah jenis motor cikar, perkantoran sederhana dilengkapi toilet.

BACA JUGA:  Jelang Pilkada Serentak 2020, Kapolresta Denpasar Temui Tokoh Se-Kecamatan Kutsel

Anggaran ini tak boleh dipakai untuk honor-honor, hanya boleh dipakai 3 persen untuk biaya operasional. TPS 3R ini diwujudkan dan dikelola  dengan pola swakelola oleh pokmas (kelompok masyarakat) berbasis banjar, desa adat atau kedinasan. Idealnya TPS 3R ini dibangun di atas lahan 8 – 15 are yang disediakan oleh pihak pokmas/desa.

‘’Harapan kami karena pengelolaan swadaya, unit TPS 3R ini ditopang dengan dana dari desa. Misalnya, untuk pembuatan pagar, dan kebutuhan standar lainnya,’’ ujarnya.

Plt Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra memaparkan, model bantuan  program TPS 3 R ini sangat sejalan dengan konsep penanganganan dan pengelolaan sampah kita di Gianyar,   “Kita sekarang sedang menuju ke arah itu,  banyak  desa di Gianyar sekarang sedang merancang pembangunan tps 3R , bahkan sudah memiliki YPS 3R.

Untuk pembangunan TPS3R ini, selain dibangun oleh desa, desa adat, juga difasilitasi  oleh komunitas peduli lingkungan,” beber Kujus Pawitra. Ditambahkan Pemkab Gianyar juga sudah menjalin kerjasama  dengan Yayasan Bumi Sasmaya dalam upaya pembangunan TPS 3 R di desa desa di Gianyar.

Bantuan ini, jelas dia, sangat berarti bagi DLH dan desa yang masih membutuhkan. Lebih-lebih bantuan ini tak hanya berupa fisik, juga pendampingan berbasis pokmas. ‘’Tak kalah penting dari manfaat bantuan ini, tentu nilai edukasinya terhadap masyarakat. Model ini sangat baik karena sekaligus mendidik masyarakat tak manja karena bantuan,’’ jelasnya.

‘’Kami pastikan akan banyak desa yang menginginkan bantuan ini. Makanya nantinya kami mohonkan kepada balai, Satker dari kementerian untuk melakukan  seleksi secara ketat dan benar dan survey kelapangan sesuai kriteria  terutama komitmen mereka untuk menjaga keberlanjutan opersonal TPS 3R ini,’’ tutup Kujus. (yes)