Cegah Penularan COVID-19, Gubernur Koster: Tak Boleh Bengkung, Meboya, dan Tidak Boleh Belog Ajum

Gubernur Bali Wayan Koster.

Beritabalionline.com – Gubernur Bali, I Wayan Koster di Denpasar, Rabu (29/4/2020) malam, menegaskan kepada semua pihak dan krama (warga) Bali bahwa penularan virus Corona atau Covid-19 hanya bisa diatasi dengan perilaku yang tertib dan disiplin.

“Tidak boleh bengkung, tidak boleh meboya, dan tidak boleh belog ajum. Sayangi diri sendiri, sayangi keluarga dan sayangi sesama demi keselamatan bersama,” demikian salah satu dari sepuluh poin yang ditegaskan Gubernur Koster terkait Perkembangan Covid-19 di Bali.

Kepada masyarakat Bali, Koster mengingatkan agar senantiasa mengikuti dan mematuhi arahan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Pusat. Sebagai Gubernur Bali dan sebagai Ketua Gugus Tugas, “Saya harus menyampaikan dan memastikan bahwa Gugus Tugas Provinsi Bali bersama -sama Gugus Tugas Kabupaten/Kota se-Bali dengan dukungan berbagai pihak, akan terus bekerja keras dengan berbagai upaya yang inovatif baik secara niskala dan skala dalam menangani Covid-19. Astungkara, semoga pandemi Covid-19 cepat berakhir”.

Dijelaskan, berdasarkan temuan beberapa PMI/ABK yang positif Covid-19, Gugus Tugas Provinsi Bali langsung bertindak cepat dengan melaksanakan Rapid Test di Bandara I Gusti Ngurah Rai  dan Pelabuhan Benoa. Mereka yang negatif boleh pulang mengikuti karantina mandiri di rumah masing-masing selama dua minggu. Sedangkan yang positif langsung dirawat di rumah sakit rujukan,

“Kita bersyukur karena dari jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 215 orang, 88 orang di antaranya atau sekitar 41 persen telah berhasil sembuh. Ini angka yang cukup tinggi, yaitu peringkat lima secara nasional di bawah Provinsi DI Yogyakarta sebanyak 39 orang dari  93 kasus (42 persen), menyusul Aceh sebanyak 4 orang dari 9 kasus (44 persen), Maluku 11 orang dari 22 kasus (50 persen) dan NTT 1 orang dari 1 kasus (100 persen),” terangnya.

BACA JUGA:  Warga yang Bermukim di Daerah Rawan Longsor Disarankan Mengungsi

Sementara dilihat dari jumlah pasien yang meninggal, lanjut Koster, Bali termasuk kelompok yang paling rendah, yaitu sebanyak 4 orang dari 215 kasus atau sekitar 2 persen, yang terdiri dari 2 WNA, 1 orang luar daerah yang berdomisili di Bali, dan 1 orang PMI/ABK warga Bali.

Dengan mempertimbangkan perkembangan pasien positif Covid-19 di Provinsi Bali yang ternyata bersumber dari PMI/ABK dan telah menularkan kepada keluarga dan warga sekitarnya, maka sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Bali, Gubernur Koster meminta para Bupati/Wali Kota se-Bali bersama-sama aparat keamanan agar memperketat pengawasan para PMI/ABK yang dikarantina oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan yang melaksanakan karantina secara mandiri di rumah.

Kepada Desa Adat dan Desa/Kelurahan melalui Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa agar bersinergi dalam rangka memperketat pergerakan serta memantau aktivitas warga di wilayahnya. Demikian pula kepada Krama Bali,  Gubernur Koster mengimbau agar benar-benar tertib dan disiplin mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah dengan melaksanakan standar kesehatan.

“Kalau keluar rumah harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari keramaian dan selalu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” sarannya.

Dalam penegasan tersebut Gubernur Koster mewakili masyarakat Bali juga menyampaikan ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga medis, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kajati Bali, Bupati/Wali Kota se-Bali, Majelis Desa Adat, PHDI Bali, para Camat, Bendesa Adat, Kepala Desa, Satgas Gotong Royong, Relawan Desa dan para pihak yang telah berdedikasi serta berkontribusi secara nyata dan tanpa lelah bersama-sama menangani Covid-19. (tra)