Pembobol 8 Sekolah di Denpasar Eks Residivis Narkoba

Pelaku beserta barang bukti laptop saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tim Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar meringkus pelaku pencurian di 8 sekolah di wilayah Denpasar. Karena melawan pelaku bernama Taufik Hidayat alias Opik (42) ditembak petugas.

“Pelaku merupakan residivis kasus narkoba, dia keluar dari penjara tahun 2015,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom, Selasa (28/4/2020) di Denpasar.

Opik dibekuk petugas setelah polisi menerima laporan dari pihak SMP PGRI 7 Denpasar di Jalan Waturenggong Gang XVII, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan.

Dalam laporannya, pihak sekolah mengaku kehilangan empat buah proyektor, satu buah kamera merk Cannon, dan tiga buah laptop berbagai merk.

“Modus pelaku yakni melompat pagar dan merusak terali jendela. Setelah itu dia merusak pintu ruang guru lalu mengambil barang-barang,” jelas Kasat Reskrim.

Tersangka dibekuk petugas kepolisian, Senin (27/4/2020) sekitar pukul 18.30 WITA di tempat kosnya Jalan Pulau Biak I Gang 18 No. 6 B, Denpasar Barat.

Selain di SMP PGRI 7 Denpasar, pelaku juga mengaku mencuri di SD 11 Jalan Batukaru Denpasar, SD 3 Jalan Tukad Banyu Poh Denpasar, SMK Airlangga Jalan Akasia, Denpasar Timur.

Serta SD 5 Pedungan Denpasar Selatan, SD 3 Pemecutan Jalan Gunung Penulisan Denpasar, SD 14 Jalan Surapati Denpasar Timur, dan SMA HARAPAN Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.

Dari tangan pelaku, diamankan sembilan unit laptop merk Lenovo, empat unit laptop merk Asus, satu unit laptop merk Toshiba, satu unit proyektor merk Sony, satu unit handicame merk Sony, satu unit kamera merk Cannon.

“Ada beberapa barang yang sudah dijual oleh pelaku. Hasil penjualan digunakan kehidupan sehari-hari karena istrinya sakit kanker,” ucap Kasat Reskrim.

BACA JUGA:  Dituduh Dukun Santet, Kakek 71 Tahun di Denpasar Ditebas Senjata Tajam

Pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke3,4 dan 5 Jo Pasal 65 KUHP tentang pencurian dan diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (agw)