Di Tengah Pandemi Corona, Bali Masih Bisa Ekspor Manggis dan Kerajinan Tangan

Buah manggis.

Beritabalionline.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan, di tengah ancaman lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19, Bali masih mampu mengekspor manggis dan produk kerajinan tangan ke sejumlah negara. Ekspor ini merupakan langkah yang sangat penting, terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda seperti saat ini.

“Artinya, ekonomi kita tetap menggeliat di tengah situasi seperti ini,” kata Koster saat melepas ekspor manggis dan kerajinan tangan Bali ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui video conference di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, pada Minggu (26/4/2020).

Ekspor komoditas Manggis di Provinsi Bali mencapai 713 ton dengan nilai Rp53 miliar pada periode Januari hingga Maret 2020. Pada April 2020, realisasinya mencapai 65 ton dengan nilai Rp4,8 miliar.

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, ekspor ini merupakan langkah yang sangat penting, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Artinya, ekonomi bisa tetap menggeliat di tengah situasi seperti ini.

“Aktivitas ekspor ini juga berarti memberikan peningkatan pendapatan kepada para petani di Bali, khususnya saat musim manggis,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, kerajinan tangan (handycraft) juga diekspor sebayak 504 kontainer bersama dengan 1 ton manggis ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui jalur laut yakni di Pelabuhan Benoa. Pada hari yang sama, produk perkebunan berupa kakao serta bibit paprika juga diekspor ke Singapura dan Belanda.

Sementara itu, produk kayu suar dan bambu Bali dikirim untuk menembus pasar Kanada, Portugal, Meksiko, Brazil dan Spanyol. Adapun, pasar Jepang menjadi tujuan untuk hasil holtikultura seperti cabai keriting, cabai rawit, hingga buah jeruk nipis.

“Pertanian dan kerajinan kita di Bali masih tetap berdenyut dan berjalan dengan normal bahkan mampu menembus pasar luar negeri, bukan main-main,” tuturnya.

BACA JUGA:  Gubernur Ganjar Pranowo Ingin Jateng dan Bali Kerja Sama Kembangkan Pariwisata

Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar I Putu Tarumanegara melaporkan bahwa ekspor produk pertanian hingga minggu ketiga April ini mencapai 799.000 ton atau senilai Rp86 miliar, ditambah 3.000 ton ekspor produk hasil kehutanan senilai Rp42 miliar yang mencakup ekspor ke berbagai negara.

“Ekspor manggis dengan rata-rata sejumlah 17 ton dalam 2 kali seminggu dikirim ke China dan handycraft melalui Pelabuhan Benoa dengan tujuan Amerika, Uni Eropa dan Australia,” ujarnya. (tra)