DPRD Tabanan Minta Beras Cadangan Segera Didistribusikan

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Adanya realokasi APBD Tabanan 2020 akibat pandemi Covid-19 didukung oleh Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi. Ia pun menyarankan pihak eksekutif merancang anggaran untuk program bansos sembako selama tiga bulan kedepan untuk masyarakat Tabanan yang terdampak Covid-19.

Politisi PDI Perjuangan asal Marga itu menerangkan target PAD Tabanan di tahun 2020 yang mencapai Rp 450 Miliar sudah dapat dipastikan jika tidak akan tercapai dengan melihat kondisi perekonomian saat ini. Disamping itu dana dari pusat atau dana perimbangan dipastikan akan ada penurunan karena keadaan devisa negara yang memburuk.

“Maka memang  harus ada pergeseran atau realokasi APBD dampak dari pandemi Covid-19 ini yang nantinya juga mengarah pada pada sektor belanja untuk fokus dalam penanggulangan Covid-19 ini,” tegasnya Jumat (24/4/2020).

Dengan realokasi anggaran tersebut, kata dia sudah barang tentu kegiatan infrastruktur tidak bisa dilaksanakan dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini.

Disamping itu ia pun berharap pihak eksekutif mulai menganggarkan APBD untuk 3 bulan kedepan berupa program bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19. “Nanti dipasang plat anggaran tidak terduga,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berharap dana desa dianggarkan untuk program bantuan tunai untuk kebutuhan pokok sesuai Permendes Nomor 08 dan 1261  tahun 2020.

“Dan kami harapkan Pemda Tabanan sudah mulai mendistribusikan beras cadangan khusus pada masyarakat, termasuk yang lebih awal  kena dampak itu adalah peternak babi karena virus ASF dan sisanya cadangan beras untuk masyakat terdampak Covid-19 seperti sopir transport, tenaga harian hingga karyawan hotel yang dirumahkan,” tandas Nurcahyadi. (iya)

BACA JUGA:  Lindungi Potensi Kelautan, DPRD Bali Setujui Raperda RZWP3K Menjadi Perda