Tangani Covid-19, Pemprov Bali Kucurkan Rp756 Miliar

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) dalam konferensi pers terkait penanganan Covid-19. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com

Beritabalionline.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengucurkan dana sebesar Rp756 miliar guna menangani pencegahan serta percepatan penanganan virus Corona di Bali.

“Ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di lingkungan Pemerintah Daerah,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam konferensi pers terkait skema dan paket kebijakan penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (23/4/2020) di Denpasar.

Dana Rp756 miliar merupakan hasil realokasi anggaran kegiatan tertentu/refocusing dan/atau perubahan alokasi anggaran pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 yakni dari Belanja Tidak Langsung (Belanja Pegawai, Bantuan Keuangan Khusus, dan Belanja Tidak Terduga) sebesar Rp19 miliar.

Dari Belanja Langsung (Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal) sebesar Rp687 miliar, dan dari Pembiayaan (Penyertaan Modal) sebesar Rp50 milar.

Hasil realokasi anggaran tersebut digunakan untuk tiga kelompok penanganan kegiatan pandemi Covid-19.

Pertama, untuk Penanganan Kesehatan terkait Covid-19 dengan pagu anggaran sebesar Rp275 miliar, kedua Penanganan Dampak Covid-19 terhadap ekonomi dengan pagu anggaran sebesar Rp220 miliar, dan ketiga Penanganan Dampak Covid-19 terhadap masyarakat dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial dengan pagu anggaran sebesar Rp261 miliar.

Dijelaskan, skema pertama kebijakan penanganan kesehatan Covid-19 dengan pagu anggaran sebesar Rp275 miliar terdiri dari 2 skema.

Skema pertama, penanganan kesehatan berbasis Desa Adat dengan anggaran sebesar Rp75 miliar; terdiri dari 2 Paket; paket 1, kegiatan secara niskala; dan paket 2, kegiatan secara sakala.

Kegiatan secara “niskala” dilaksanakan dengan Nunas Ica bersama Pemangku di Pura Kahyangan Tiga dengan cara Nyejer Daksina di Desa Adat, mulai tanggal 31 Maret 2020 sampai Covid-19 berakhir dan ada pemberitahuan
lebih lanjut.

BACA JUGA:  Komisi IV Cek Kesiapan BRSU Tabanan Tangani Pasien Corona

“Memohon kepada Ida Bhatara Sasuhunan sesuai dengan Drestha Desa Adat setempat agar pandemi COVID-19 segera berakhir demi keharmonisan Alam, Krama, dan Budaya Bali,” paparnya.

Sedangkan kegiatan secara “sakala”, terdiri dari :

a. Pencegahan COVID-19 antara lain melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada Krama Desa Adat, membatasi pergerakan Krama Adat, mengarahkan Krama Desa Adat/Krama Tamiu yang termasuk kategori ODP dan PDP Covid-19 agar melaksanakan isolasi mandiri, menyiapkan masker, handsanitizer, dan cuci tangan.

b. Membangun gotong-royong sesama Krama Desa Adat antara lain; mendata Krama Desa Adat yang memerlukan bantuan kebutuhan dasar pokok dan menghimpun kebutuhan dasar pokok dari Krama Desa Adat yang mampu
secara ekonomi, dengan sukarela dan bergotong-royong.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Desa Adat melalui Satgas Gotong-royong bersinergi dengan relawan Desa sesuai dengan petunjuk teknis Satgas Gotong-royong pencegahan Covid-19 berbasis Desa Adat yang dikeluarkan oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya. (agw)