Perancang Busana Asal Swiss Dituntut 10 Tahun Penjara

Terdakwa Raphael Hoang dituntut 10 tahun penjara. (Foto :SAR)

Beritabalionline.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara menuntut seorang designer atau perancang busana asal Swiss, Raphael Hoang (45) yang kedapatan membawa ganja sebarat 30,4 gram dengan pidana penjara selama 10 tahun pada sidang yang berlangsung secara online, di Denpasar, Kamis (23/4/2020).

Dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan IGN Putra Atmaja, jaksa Kejati Bali ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengimpor narkotika dalam bentuk tanaman.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) UU narkotika. “Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,” tegas jaksa dalam surat tuntutannya.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar terdakwa membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan dan membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara.

Atas tuntutan itu, kuasa hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Namun sebelum, kuasa hukum terdakwa juga sempat memprotes atau tidak terima dengan sidang yang gelar secara teleconference ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Raphael Hoang ditangkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai pada 4 November 2019 sekira pukul 01.15 WITA sesaat setelah tiba dari Hongkong.

Saat ditangkap, petugas berhasil mengamankan narkotika jenis ganja yang disimpan terdakwa di tas yang dibawa terdakwa. Setelah ditimbang, berat ganja yang ditemukan pada diri terdakwa adalah 30,4 gram.

Kepada petugas, terdakwa mengakui barang bukti itu adalah miliknya yang dibeli dari seseorang saat masih berada di Swiss. (sar)

BACA JUGA:  Bejat, Ayah Tiri Cabuli Anaknya hingga Hamil 7 Bulan