Kapolresta Denpasar Serap Aspirasi Bendesa Adat Kuta Terkait Kedatangan PMI

Pertemuan Kapolresta dengan Bendesa Adat Kuta membahas kedatangan PMI. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Munculnya aksi penolakan lokasi karantina untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh sebagian oknum masyarakat dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan baru.

Tak ingin persoalan ini berlarut-larut, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan menggelar pertemuan dengan Bendesa Adat Kuta guna mendengar dan menyerap secara langsung aspirasi warga Kuta yang wilayahnya menjadi salah satu tempat karantina.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa para PMI yang datang ke Bali telah melakukan rapid test dan dinyatakan negatif. Sesuai prosedur harus dikarantina selama 14 hari dan setelah itu kembali dikarantina di rumah masing-masing selama 7 hari,” terang Kapolresta, Rabu (22/4/2020) di Denpasar.

Dikatakan, lokasi karantina seperti di hotel-hotel sudah ditentukan dan merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Bali. Pihaknya memahami dengan adanya kekhawatiran sebagian masyarakat karena takut terpapar virus Corona.

Namun demikian tegasnya, polisi meminta masyarakat agar tidak melakukan tindakan berupa menolak lokasi tempat dijadikan karantina PMI.

“Seperti yang sudah disepakati oleh bapak Gubernur Bali dan bapak Kapolda Bali, apabila ada warga yang menolak kedatangan PMI dalam bentuk apapun akan ditindak tegas oleh Polda Bali dan Polresta Denpasar,” kata Kapolresta Denpasar.

Sementara Bendesa Adat Kuta Wayan Waskita mengatakan, selama ini warga Kuta tidak pernah melakukan penolakan terhadap PMI yang dikarantina di wilayah Kuta.

Namun ia mengeluhkan selama ini tidak ada sosialisasi terkait penanganan khususnya dari petugas kesehatan, sehingga hal itu menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

“Rasa khawatir oleh warga kami merupakan hal wajar karena pihak kesehatan tidak pernah mensosialisasikan dan aturan yang sangat dilarang dalam penanganan PMI,” ucapnya.

BACA JUGA:  Putri Koster Tinjau Vaksinasi untuk Lansia di Sanding

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat LPD Desa Adat Kuta juga dihadiri Kapolres Bangli, Dandim 1626/Bangli serta sejumlah PJU Polresta Denpasar dan Polres Bangli. (agw)