Gara-gara Rebutan Cowok, Wanita Cantik Asal Jakarta Diadili

Terdakwa Shinta Sari Sadikno. (Foto : SAR)

Beritabalionline.com – Shinta Sari Sadikno (23) gadis cantik kelahiran Jakarta terpaksa harus mendekam dalam penjara karena menganiaya seorang wanita yang juga tak kalah cantiknya bernama Intan Wahyuni. Masalahnya sepele, yaitu hanya gara-gara rebutan laki-laki atau cowok.

Atas hal itu, Shinta pun saat ini harus diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kerena memukul wajah Intan Wahyuni.

Dalam sidang, Rabu (22/4/2020) yang dipimpin hakim I Dewa Budi Watsara itu masih menganggap pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika.

Dalam dakwaan diterangkan, kasus yang menyeret terdakwa salah satu penghuni kamar kost The Ayudia itu berawal saat terdakwa pada 25 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 WITA mendatangi kamar kost terdakwa.

Diketahui, antara terdakwa dengan korban tinggal di lingkungan kost yang sama hanya beda kamar saja. Nah, kedatangan terdakwa adalah untuk menanyakan apakah benar saksi korban pernah berpacaran dengan pacar terdakwa bernama Aris Ariadi.

Tidak lama kemudian, antara terdakwa dan korban terjadi pertengkaran mulut. Saat keduanya bertengkar ada saksi Novita yang menyaksikannya. Saat cek cok itu, terdakwa sempat mengatakan korban pelacur.

“Korban yang tidak terima disebut pelacur langsung menyiram air jamu ke wajah terdakwa. Namun saat itu terdakwa tidak mampu berbuat banyak karena dipegang oleh saksi Aris Ariadi,”sebut jaksa dalam dakwaannya.

Tapi tidak lama kemudian, terdakwa berhasil meninju bagian wajah, atau persisnya di bawah mata sebelah kanan saksi korban yang menyebabkan memar. Pertengkaran itu berhenti saat penjaga kost bernama I Made Yudiarta datang dan meminta terdakwa bersama Aris Ariadi keluar dari kamar kost korban.

“Setelah itu saksi korban dengan ditemani saksi Novita melaporkan kejadian itu ke polisi,” pungkas jaksa. Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP. (sar)

BACA JUGA:  Lakukan Pemerasan Disertai Ancaman, Dua Pria Bertato Ditembak Polisi