3 Oknum Ngaku Wartawan Diamankan di Mapolres Jembrana

Ketiga oknum yang mengaku wartawan saat diperiksa di Mapolres Jjembrana. (Foto : Ist)

Beritabalionline.com – Berkedok minta sumbangan untuk kepentingan Covid-19, tiga oknum wartawan ditahan di Polres Jembrana, Rabu (22/4/2020). Mereka mengaku dari anggota Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) yang mendatangi Kodim 1617 Jembrana mengajukan proposal untuk kepentingan membantu penanganan Corona.

Dandim 1617 Jembrana Letkol. Kav. Djefri Marsono Hanok mengemukakan, ketiga oknum yang mengaku wartawan ini awalnya melapor di petugas pos jaga dengan tujuan mengantar proposal kepada Dandim. Mereka selanjutnya menyodorkan surat proposal kegiatan sosial dampak Covid-19.

“Surat yang saya terima kemudian diteliti dan dicermati namun terdapat keganjilan dan keanehan,” ungkap Dandim Djefri Marsono Hanok.

Surat yang ditandatangani Ketua AWDI Provinsi Bali Dewa Made Dwi Putra Ernanda dan Sekretarisnya Dewa Gede Udiyana, RAB tidak masuk akal atau tidak logis. Dalam proposal yang diajukan terinci biaya untuk kegiatan tersebut sebesar Rp.63.500.000 yang terdiri dari sumbangan ke panti sosial Rp.15.000.000, akomodasi wartawan Rp12.000.000, bantuan 250 paket sembako senilai Rp7.500.000, biaya operasional plus makan minum Rp17.000.000, biaya tak terduga Rp15.000.000, biaya publikasi Rp5.000.000, dan biaya sewa mobil untuk 10 hari Rp2.000.000.

Dandim 1617 Jembrana yang menerima proposal tersebut mengaku janggal. “Jadi kalau kita totalkan biaya-biaya yang mereka tulis dalam proposal itu kok tidak masuk akal,” ungkap Dandim Djepri Marsono Hanok sembari mengatakan biaya yang disumbangkan dengan biaya untuk keperluan mereka sendiri jauh timpang.

“Masa untuk bantuan sosial besarannya cuma Rp22.500.000 sedangkan diluar itu termasuk akomodasi dan makan wartawan jumlahnya Rp40.000.000,” tulis Dandim Jembrana dalam group WA.

Lantaran kecurigaan itu Dandim 1617 Jembrana kemudian meminta aparat kepolisian untuk mengamankan tiga orang pelaku yang mengaku wartawan ini. Dari informasi di Polres Jembrana ketiga oknum yang diamankan antara lain:I Dewa Made Dwi Putra Ernanda (38) asal Banjar Melaya Tengah, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Iskandar (55) asal Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dan Samsul Arifin (45) asal Banjar Pengkung Tanah, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

BACA JUGA:  Dishub Gianyar Rancang BLT Bagi Sopir Angkutan Siswa

Saat ditanya awak media yang bertugas di Jembrana, I Dewa Made Dwi Putra Ernanda mengaku sebagai wartawan media Berita Hukum Nasional bersama Samsul Arifin sedangkan Iskandar mengaku sebagai wartawan media Investigasi Tribuana. Namun saat awak media menanyakan kebenaran tersebut, Samsul Arifin mengaku jika dirinya hanya diajak dan disuruh oleh Dewa Made Dwi Putra Ernanda untuk membawa proposal itu ke Kodim 1617 Jembrana.

“Saya disuruh Pak Dewa. Saya tidak tahu kalau itu proposal karena dalam amplop. Saya dijanjikan uang bensin saja pak, pekerjaan saya bukan wartawan, saya hanya seorang petani,” ujarnya kepada awak media yang menunggunya saat dilangsungkan pemeriksaan di Mapolres Jembrana

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa,S.I.K dan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita saat dimintai keterangan prihal ketiga oknum yang mengaku wartawan ini kompak mengaku masih dalam pemeriksaan. “Ketiganya masih diperiksa, sabar dulu ya,” ujarnya. (itn)