Cabuli Siswa Paud, Warga Jepang Dituntut 7 Tahun Penjara

Foto ilustrasi anak korban pencabulan.

Beritabalionline.com – Kato Toshio (58) pria asal Jepang yang mencabuli balita yang masih mengenyam pendidikan di sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD), dalam sidang yang digelar secara Telecomfrence, Selasa (21/4/2020) dituntut oleh Jaksa selama 7 tahun penjara.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai IGN Putra Atmaja, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina,SH menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindakan pidana pencabulan terhadap anak-anak di tempat sekolah tersebut.

Perbuatan terdakwa yang merupakan naker atau tukang bersih bersih sekolah, itu dijerat Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Perlindungan Anak.

“Memohon kepada majelis hakim agar menghukum terdakwa pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp5 juta subsider tiga bulan,” tuntut Jaksa.

Sebagaimana diuraikan dalam surat dakwaan, terdakwa sejak bulan Februari 2018 menjadi sukarelawan di PAUD itu. Selain menjadi tenaga bersih-bersih, pria kelahiran Jepang, 1 Januari 1962 itu Juga menggantikan tukang masak untuk anak anak PAUD apabila tukang masak libur atau tidak masuk kerja. Terdakwa sendiri tinggal di salah satu kamar yang ada di PAUD itu.

Sekitar bulan Januari 2019 sampai April 2019, dimana terdakwa saat jam tidur siang dan anak-anak PAUD yang lain tidur, saat itulah lima anak korban masuk ke kamar terdakwa. Saat itulah terdakwa melakukan perbuatan cabulnya terhadap para anak korban. Terdakwa lalu menyuruh anak korban melepas baju dan difoto.

Selanjutnya tanggal 17 Maret 2019, perbuatan terdakwa akhirnya diketahui oleh orangtua setelah anak korban menceritakan perbuatan terdakwa. Selanjutnya pada 30 Maret 2019 ibu-ibu anak korban melaporkan perbuatan pencabulan tersebut ke Polresta Denpasar. *sar

BACA JUGA:  Bali dan Jawa Barat Jadi Sasaran Operasi Komplotan Pengganjal Kartu ATM Lintas Provinsi