Kasus Transmisi Lokal Masih Kecil, Koster : Bali Belum Perlu Ajukan PSBB

Gubernur Bali Wayan Koster video conference dengan Muspida Se-Bali di Polda Bali.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan belum berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanggulangan Covid-19 seperti dilakukan beberapa daerah di luar Bali.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Wayan Koster menjelaskan, mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 di Pasal 3 menyebutkan ada syarat dalam penerapan PSBB yaitu jumlah kasus besar dan meningkat secara cepat akibat penyakit hingga berdampak luas.

Kemudian, mengakibatkan korban nyawa dalam jumlah besar dan tersebar dengan cepat di daerah tersebut. “Kasus transmisi lokal di Bali hanya 25 dan mudah-mudahan tidak bertambah. Per harinya, penambahan juga tidak terlalu banyak yaitu satu hingga tiga orang,”kata Koster dalam jumpa pers sekaligus video conference dengan Bupati, Kapolres dan Dandim se-Bali di Polda Bali yang dihadiri Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto serta Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Senin (20/4/2020).

Pasien positif Covid-19 di Bali tercatat 135 orang dan pasien sembuh juga meningkat atau sekitar 28%.  Mayoritas yang positif itu terdampak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau ABK kapal pesiar.  “Andaikan saja tidak ada ABK,   di Bali sangat landai dibandingkan daerah lain seperti Jakarta,”ungkapnya.

Berdasarkan data tersebut, Koster kembali menegaskan belum ada rencana mengajukan penerapan kebijakan PSBB ke pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan kearifan lokal di Pulau Dewata masih sangat terjaga. “Perkembangan kita ikuti terus dan apabila ada hal-hal penting yang harus disikapi, akan dibicarakan lebih lanjut,”tandasnya. (iya)

BACA JUGA:  Dit Intelkam Polda Bali Ajak SGB Cegah Penyebaran Covid-19