Gubernur Bali Tegaskan Penanganan Kedatangan PMI Sesuai Prosedur

Gubernur Wayan Koster (kanan) bersama Kapolda Bali usai menggelar konferensi pers bersama di Mapolda Bali. (Foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali I Wayan Koster menerangkan bahwa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bali langsung dilakukan pengecekan kesehatan sesuai prosedur. Salah satunya dilakukan rapid test.

“Rapid test dilakukan dimana mereka datang, kalau di bandara rapid test ya di sana, kalau melalui pelabuhan juga sama, rapid test di pelabuhan,” terangnya dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Senin (20/4/2020).

Jika hasil rapit test negatif, PMI kemudian dibawa ke tempat karantina untuk dikarantina selama 14 hari. Namun jika hasilnya positif, mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan.

“Yang ditempatkan dikarantina itu semuanya negatif, tidak ada yang positif karena begitu diketahui positif, sudah langsung dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

Lebih jauh dijelaskan, sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri, masyarakat yang sudah mengantongi surat atau sertifikat kesehatan dari negara di mana sebelumnya dia tinggal, hal itu sudah cukup.

Masyarakat bisa langsung pulang ke rumah masing-masing dan melakukan karantina secara mandiri. Namun Pemerintah Provinsi Bali tidak melakukan hal tersebut.

“Kami di Provinsi Bali menerapkan kebijakan untuk memperketat, salah satunya yakni rapid test di bandara, dan ternyata memang ada yang positif,” kata Gubernur.

Sementara itu, bagi PMI atau siapapun yang berada di tempat karantina, akan kembali dilakukan rapid test setelah delapan hari dari test awal dilakukan.

“Setelah benar-benar dinyatakan negatif, baru mereka diperbolehkan pulang dari karantina. Nanti setelah di rumah, mereka harus kembali menjalani karantina selama dua minggu. Ini yang kami terapkan di Provinsi Bali,” beber Gubernur. (agw)

BACA JUGA:  Tingkatkan Sinergitas, Kejari Gianyar dan BUMN Tanda Tangan MoU