DBD Mewabah di Gianyar, Sejumlah Desa Pilih Fogging Mandiri

Seorang warga melakukan fogging.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Di tengah pendemi virus corona (Covid-19)wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tak kalah mengkhawatirkan. Seperti di Kabupaten Gianyar, berdasarkan catatan Humas RSUD Sanjiwani hingga pertengahan April ini, ada 406 orang terjangkit DBD.

Kondisi itu mengundang kekhawatiran anggota DPRD Gianyar  Kadek Wardana, Ngurah Made Serana dan I Gusti Nyoman Yasa.  Mereka langsung “action” melakukan fogging bersama masyarakat, salah satunya di Desa Belega, Blahbatuh, Senin  (20/4/2020).   “Ada tiga warga di Desa Belega terkena demam berdarah,”ujar Kadek Wardana.

Bahkan, ia bersama Ngurah Made Serana dan I Gusti Nyoman Yasa mengeluarkan dana pribadi untuk membeli tiga mesin fogging agar bisa lebih cepat karena banyak desa yang minta dilakukan fogging.   “Kami terus begerak melakukan fogging karena demam berdarah  juga mewabah. Bahkan, dari informasi ada seorang warga dari Desa Keramas meninggal minggu kemarin karena  indikasi positif DBD” ungkapnya.

Disinggung pelaksanaan fogging dilakukan Dinas Kesehatan Gianyar, Dek War-sapaan akrab Wardana, enggan berkomentar.   “Kami hanya menindaklanjuti keinginan masyarakat agar secepatnya dilakukan fogging untuk pencegahan karena musim DBD,”tegasnya.

Di tempat terpisah, Sekaa Teruna Bina Warga di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, juga melakukan fogging secara mandiri menggunakan uang kas Rp 7 juta. Tindakan preventif itu tidak terlepas adanya lima orang warga terjangkit DBD.

Kelian Dinas Banjar Mas, Desa Sayan, I Kadek Dwi Putra Yoga menegaskan, kegiatan fogging dilakukan sekaa teruna hanya sebatas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan untuk mencegah  demam berdarah. “Tujuan sekaa teruna agar wilayah Banjar Mas lebih aman karena sudah lima warga kami  positif DB dan sempat dirawat di rumah sakit. Syukurnya, sekarang sudah dalam proses pemulihan,” ungkapnya. (iya)

BACA JUGA:  Bali Dilanda Udara Panas, BMKG Imbau Masyarakat Perbanyak Minum Air