Bupati Tabanan Wajibkan Hotel Terima PMI, Menolak Disanksi

Rapat membahas instruksi bupati untuk lokasi karantina PMI dan rumah singgah bagi tim medis.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemkab Tabanan kini menyiapkan hotel di Tabanan menjadi tempat karantina dan pihak penginapan atau hotel di Tabanan wajib menyediakan layanan untuk  Pekrja Migran Indonesia (PMI)  serta rumah singgah bagi tim medis dengan sewa maksimal perhari Rp 200 ribu. Hal ini sesuai Instruksi Bupati nomor 4 tahun 2020 tertanggal 16 April 2020. Kalau pihak hotel menolak akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus Karantina PMI asal Tabanan di sebuah hotel di Kuta  kini sudah dicarikan solusi. Dikatakan,  para PMI yang baru datang dan menjalani protokol kesehatan.

Begitu tiba di bandara menjalani rapid test. Ketika dinyatakan negatif terpapar Covid-19 langsung diarah ke kabupaten untuk  menjalani karantina  selama empat belas hari. “Kewajiban kami di Kabupaten menyiapakan lokasi untuk karantina. Sudah ada 12 hotel dengan 135 kamar siap menampung PMI,” jelas Putu Dian, Senin (20/4/2020).

Dikatakan, sesuai dengan hal tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti telah mengeluarkan Instruksi bupati nomor 4 tahun 2020 tertanggal 16 April 2020. Instruksi ini ditujukan kepada Kasatpol PP Tabanan, Camat dan Muspika, Perbekel se kabuapten Taban, bendesa adat se Tabanan serta para pemilik hotel  di Tabanan. “Ada enam point yang tercantum dalam instruksi tersebut ,” katanya.

Diantaranya, pemilik hotel di Tabanan wajib memberikan kepada pemerintah sampai ke tingkat desa untuk lokasi isolasi mandiri PMI  dan rumah singgah bagi tim medis dengan biaya memperhatikan kondisi kemanusiaan dengan harga sewa maskimal Rp 200 ribu per hari.

BACA JUGA:  Klaster Baru Kasus Covid Bermunculan, Kapenrem Ingatkan Masyarakat Waspada

Point kedua  bagi pemilik hotel yang tidak mengijinkan PMI melakukan isolasi dan rumah singgah untuk tim medis akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Point ketiga, pemerintah  Tabanan menyiapkan  tempat isolasi bagi PMI dan  rumah singgah bagi  tim medis  yang menangani Covid-19 atas beban  APBD Kabupaten dan Pemkab Tabanan akan melakukan sterilisasi hotel usai wabah Covid-19.

Point keempat dan kelima menginstruksikan kepada Camat bersama muspika dan Perbekel bersama bendesa adat untuk melakukan koordinasi dan pengawasan di lapangan.  Point ke enam, Kasatpol PP berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan instruksi tersebut.  “Itu enam poin penting dari instruksi bupati ini terkait lokasi isolasi mandiri PMI dan rumah singgah tim medis,” jelasnya. (iya)