Tercatat Ada 554 Kasus Hoaks Terkait Virus Corona, 89 Sudah Tersangka

Hoaks.

Beritabalionline.com – Kementerian Komunikasi dan Informasi mencatat 554 kasus hoaks terkait virus corona atau Covid-19 hingga Sabtu (18/4/2020). Sebanyak 89 orang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sebanyak 14 sudah ditahan 75 sedang diproses,” tutur Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate, di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2020).

Menurut Johnny, isu hoaks corona tersebar di 1209 platform digital, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, hingga Youtube. Tercatat sudah 893 kabar hoaks yang diblokir atau take down, terdiri dari 691 hoaks di Facebook, 4 hoaks di Instagram, 204 hoaks di Twitter, dan 4 hoaks di Youtube.

“Sedangkan yang akan ditindaklanjuti sebanyak 316 terdiri dari Facebook 162 hoaks, Instagram 6 hoaks, Twitter 146 hoaks, dan Youtube 2 hoaks,” jelas dia.

Johnny menegaskan, membuat, menyebarkan, dan meneruskan hoaks adalah tindak pidana. Dia meminta seluruh platform digital dapat aktif bekerjasama melakukan pemblokiran berita bohong.

“Hukuman bisa 5 sampai 6 tahun penjara dan denda bisa sampai Rp 1 miliar,” tegas Johnny. (itn)

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Prediksi Puncak Covid-19 di Indonesia pada Agustus-September 2020