Lelang BB Solar Sitaan Kasus PT. Sembilan Pilar Sepi Peminat

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Luhur Istighfar. (Foto : SAR)

Beritabalionline.com – Lelang terhadap barang rampasan berupa BBM jenis solar sebanyak 6 tangki dari kasus tindak pidana menyalahgunakan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dan menggunakan surat palsu yang sebelumnya milik PT. Sembilan Pilar hingga kini belum membuahkan hasil.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Luhur Istighfar mengatakan, pihaknya sudah dua kali mengadakan lelang. Namun dari dua kali lelang itu belum ada satupun yang berminat membeli BBM tersebut.

“Kami sudah dua kali mengadakan lelang tapi belum ada yang menawar atau yang tertarik. Saya khawatir kalau nanti lama-lama didiamkan atau belum juga ada yang menawar BBM itu bisa rusak,” katanya, Minggu (19/4/2020).

Karena itu, lanjut Kajari, pihaknya berencana untuk menghibahkan BBM tersebut ke pemerintah kota atau kabupaten lain yang membutuhkan. Bahkan ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar terkait hibah BBM tersebut.

Namun karena perintah dari Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Agung untuk melelang barang bukti tersebut belum turun, maka pihaknya akan mencoba melakukan proses lelang sekali lagi.

“Kalau nanti dalam proses lelang ketiga tidak ada juga berminat, maka kami akan mencoba mengajukan permohonan agar barang bukti BBM tersebut bisa dihibahkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui barang bukti 6 mobil tangkap itu disita dari kasus menyalahgunakan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dan menggunakan surat palsu yang membelit bos PT Sembilan Pilar, Made Wirata.

Dalam kasus ini, sebelumnya apihak Kejaksaan juga menyita 1 buah kapal tanker yang berisikan 38.400 liter BBM jenis solar. Namun oleh majelis hakim di tingkat kasasi 38.400 liter BBM jenis solar berikut kapal tanker dikembalikan kepada Made Wirata. (sar)

BACA JUGA:  Sembunyikan 0,50 Gram Sabu, WNA Asal Selandia Baru Diadili